Sulawesinetwork.com – Di tengah ramainya perbincangan mengenai status kewarganegaraan di media sosial, sebuah kisah inspiratif datang dari seorang Warga Negara Indonesia (WNI) bernama Sastia Prama Putri.
Meski telah menetap dan berkarier di Jepang selama 21 tahun, Sastia secara tegas menyatakan rasa bangganya tetap menjadi bagian dari Indonesia.
Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, @sas.tiaputri, ia membagikan refleksi panjang perjalanannya di Negeri Sakura yang berhasil menyentuh hati ratusan ribu warganet.
Salah satu poin yang memicu decak kagum adalah latar belakang pendidikannya.
Sastia mengungkapkan bahwa dirinya menempuh studi di Jepang dengan dukungan beasiswa penuh dari pemerintah setempat tanpa adanya ikatan dinas yang mengekang.
"21 tahun di Jepang, bangga masih paspor Indonesia. Tidak ada ikatan dinas, dan ketika studi dapat beasiswa penuh dari pemerintah Jepang," tulis Sastia dalam unggahannya pada Minggu (22/2/2026).
Baca Juga: Viral! Ribuan Warga Sumenep 'Booking' Tempat Tarawih Sejak Jam 2 Siang, Demi Amplop Zakat Rp300 Ribu
Meskipun memiliki kesempatan luas untuk berpindah kewarganegaraan mengingat karier dan durasi tinggalnya yang sangat lama, ia memilih untuk tetap memegang paspor hijau kebanggaan Indonesia.
Kontribusi Sastia bagi Tanah Air tidak main-main. Di Jepang, ia aktif melakukan inovasi untuk mengangkat derajat pangan lokal Indonesia.
Ia terlibat langsung dalam upaya membuat tempe semakin dikenal dan diminati oleh masyarakat internasional.
“Membantu tempe mendunia lewat inovasi anak bangsa dan meningkatkan ekspor komoditas prioritas Indonesia ke Jepang,” terangnya.
Langkah ini dinilai sebagai bentuk nyata nasionalisme yang dilakukan melalui jalur profesional dan ilmu pengetahuan.