Meskipun harus bersabar mengantre di tengah cuaca sore, warga tampak antusias mengikuti tradisi ini.
Bagi sebagian besar warga, uang sebesar Rp300 ribu tersebut sangat berarti sebagai bekal tambahan menghadapi kebutuhan di awal bulan Ramadan.
Fenomena "booking" tempat tarawih sejak siang hari ini pun menjadi potret unik bagaimana tradisi filantropi tokoh daerah mampu menggerakkan ribuan orang untuk meramaikan rumah ibadah sekaligus mendapatkan berkah ekonomi di hari yang suci.(*)
Artikel Terkait
Keluarga Mulai Diseret, Sherly Annavita 'Spill' Rekaman CCTV Teror Telur Busuk hingga Ancaman untuk Sang Adik
Viral! Warga Aceh Timur Bongkar Biaya Sumur Bor Hanya Rp15 Juta, Bandingkan dengan Estimasi Pusat yang Capai Rp150 Juta
Kopi Pujananting Didorong Naik Kelas, Wabup Barru Fokus Hilirisasi dan Pasar
Gubernur Sulsel Serahkan Dua Unit Kapal 15 GT untuk Nelayan di PPI Lonrae Bone
Skandal Pengeroyokan Siswa ke Guru di SMK, Bermula dari Teguran karena Dinilai Tak Hormat
Dari Boneka ke Pelukan Hangat: Perjalanan Punch si 'Naruto Monkey' Menuju Penerimaan Sosial
Perjuangan Siswa SD di Tolikara: Menunggu Pesawat Lepas Landas Menjadi 'Lampu Merah' Alami demi Pergi ke Sekolah
Di Balik Duka Tragedi Kontainer Karawang: Sifa Cari Cincin Kenangan Terakhir Bersama Mendiang Mama
Kisah Pilu Adit di Majalaya: Selalu Sisihkan Makanan Masjid untuk Nenek, Sering Hanya Makan Nasi Garam Kecap
Heboh Alumni LPDP Pamer Anak Jadi WNA Inggris, Kini Giliran Sang Suami Dipanggil Terkait Masa Pengabdian