Meskipun harus bersabar mengantre di tengah cuaca sore, warga tampak antusias mengikuti tradisi ini.
Bagi sebagian besar warga, uang sebesar Rp300 ribu tersebut sangat berarti sebagai bekal tambahan menghadapi kebutuhan di awal bulan Ramadan.
Fenomena "booking" tempat tarawih sejak siang hari ini pun menjadi potret unik bagaimana tradisi filantropi tokoh daerah mampu menggerakkan ribuan orang untuk meramaikan rumah ibadah sekaligus mendapatkan berkah ekonomi di hari yang suci.(*)