Skandal Pengeroyokan Siswa ke Guru di SMK, Bermula dari Teguran karena Dinilai Tak Hormat

photo author
Hendrawan, Sulawesi Network
- Senin, 19 Januari 2026 | 08:38 WIB
Menyoroti insiden aksi saling pukul seorang guru dengan siswanya di SMK Jambi yang viral di medsos. (Instagram.com@jambisharing)
Menyoroti insiden aksi saling pukul seorang guru dengan siswanya di SMK Jambi yang viral di medsos. (Instagram.com@jambisharing)

Siswa Tekankan Pengeroyokan Itu Aksi Spontan

Siswa SMK di Jambi itu menuturkan, puncak pengeroyokan terjadi saat sang guru dibawa ke kantor oleh pihak komite sekolah tersebut.

MLF mengklaim, sang guru justru mengejek dan tersenyum sinis ke arah para siswa.

"Pas saya sampai depan muka dia, dia langsung meninju saya bagian hidung. Pas dia ninju itu, kebetulan kawan saya yang di dekat-dekat dia itu lihat semua," terang MLF.

Baca Juga: Ratusan Santri Nusantara Hadir di Bulukumba, Pemkab Sambut Program Indonesia Bahagiakan Santri

Siswa SMK itu menekankan, aksi pengeroyokan tersebut merupakan reaksi spontan rekan-rekannya setelah melihat dirinya ditampar di kelas dan dipukul di bagian h1dung saat berada di area kantor.

"Spontan kawan saya langsung mengeroyok dia. Sebenarnya kalau enggak ada dia meninju duluan, enggak ada pengeroyokan itu,” tegas MLF.

Berkaca dari hal itu, sebelumnya Agus selaku guru yang terlibat dalam kasus ini, sempat membeberkan kronologi menurut versinya.

Baca Juga: Sebulan Berjalan, Batik Bulukumba dari Desa Topanda Tarik Perhatian Bank Indonesia

Kronologi versi Guru: Menegur karena Tak Hormat

Dalam unggahan Instagram @jambisharing, pada Kamis, 15 Januari 2026, Agus mengungkapkan dirinya sempat menegur para siswa yang tidak bersikap hormat padanya.

"Kejadiannya berawal peneguran siswa di kelas, dia (siswa) menegur dengan tidak hormat dan tidak sopan kepada saya, dengan meneriakkan kata yang tidak pantas kepada saya saat belajar," kata Agus mengawali ceritanya.

Baca Juga: Meski Piala AFF 2026 Bukan Agenda FIFA, Rizky Ridho Janjikan Punggawa Timnas Indonesia Rengkuh Juara

Agus menilai, kata-kata itu sangat merendahkan martabatnya sebagai tenaga pendidik.

Agus kemudian mendatangi kelas asal suara tersebut dan meminta pelaku mengakui perbuatannya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Hendrawan

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X