Tak sedikit pula yang menyoroti lambatnya pembangunan infrastruktur, khususnya akses jalan.
"Rest in heavenly home brader. Sudah tahun 2025 hendaknya akses jalan diperhatikan sama pemerintah," ujar warganet @peci*****99, menunjukkan kekecewaannya.
Komentar ini menggambarkan kegeraman publik yang merasa bahwa di era modern ini, masih ada daerah yang terisolasi karena buruknya akses transportasi.
Peristiwa ini menjadi pengingat pahit tentang tantangan berat yang dihadapi para tenaga kesehatan yang berjuang di garis depan, seringkali dengan mengorbankan kenyamanan dan keselamatan diri demi melayani masyarakat di pelosok negeri.
Semoga insiden ini menjadi cambuk bagi pemerintah untuk segera membenahi infrastruktur, terutama di daerah-daerah terpencil, agar kejadian serupa tidak terulang kembali.(*)
Artikel Terkait
Viral! Puluhan Tahun Dikubur, 152 Jenazah di Cilegon Masih Utuh dan Harum
Tak Bisa Dievakusi Dengan Ambulans, Jenazah Pria Luwu Utara Ini Ditandu Dengan Sarung Sejauh Enam Kilometer
Akses Jalan Kawasan Lemo Lemo ke Pantai Bara Mulai Dibuka, Diklaim Urai Kemacetan Menuju Kawasan Wisata
Hadiri Senandung Kopi Kahayya, Bupati Bulukumba Pastikan 2024 Akses Jalan Selesai
Jenazah Korban Kecelakaan PT ITSS Dikembalikan ke Keluarga, Segini Santuan yang PT IMIP Berikan
Kapolres Bulukumba Usung Jenazah Pensiunan Polri Ke Pemakaman
Dari Syahadat Hingga Salat Jenazah: Masjid Istiqlal, Saksi Bisu Perjalanan Spiritual Ray Sahetapy
Kisah Pilu di Rinjani: Agam Ungkap Detik-Detik Evakuasi Jenazah Pendaki Brasil, Juliana Marins