Sulawesinetwork.com – Dugaan kasus mark up soal ujian oleh tiga kepala sekolah di Kabupaten Brebes akhirnya terungkap.
Ketiganya adalah Kepala SMPN 1 Bumiayu, Ina Purnasari; Kepala SMPN 1 Tanjung, Mulyaningsih; dan Kepala SMPN 2 Bumiayu, Kukuh Sarjono.
Mereka diduga melakukan mark up biaya pembuatan soal ujian tahun 2021 yang bersumber dari dana Biaya Operasional Sekolah (BOS).
Kasus ini juga melibatkan mantan Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS), Suparnyo, yang kini telah pensiun.
Pada tahun 2021, saat kasus ini terjadi, Suparnyo menjabat sebagai Ketua MKKS, sementara Ina Purnasari bertugas sebagai Bendahara MKKS.
Sementara, Mulyaningsih menjabat sebagai Sekretaris, dan Kukuh Sarjono sebagai Wakil Bendahara.
Kepala Bidang Pembinaan Kepegawaian BKPSDMD Brebes, Januar Andriana, mengonfirmasi bahwa ketiga kepala sekolah tersebut melanggar aturan melalui penyalahgunaan wewenang dalam pengelolaan dana BOS.
"Pelanggaran ini terjadi pada 2021, terkait penyalahgunaan wewenang saat menjabat sebagai pengurus MKKS. Kasus ini berhubungan dengan keuangan, namun uang tersebut sudah dikembalikan ke kas negara," ujar Januar pada Selasa, 7 Januari 2025 lalu.
Pengungkapan kasus ini berawal dari laporan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) kepada Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) Brebes.
Dalam laporannya, Kemendikbudristek merekomendasikan sanksi berat untuk para pelaku yang terbukti melakukan pelanggaran.
Kasus ini menjadi sorotan karena menyangkut integritas para pengelola pendidikan. Januar menegaskan bahwa penyalahgunaan dana BOS merupakan pelanggaran serius, terlebih dana tersebut seharusnya digunakan untuk kepentingan pendidikan siswa.
"Kami berharap kejadian ini menjadi pelajaran bagi seluruh pengelola sekolah agar lebih transparan dan bertanggung jawab dalam mengelola dana pendidikan," tambahnya.
Meski uang hasil mark-up telah dikembalikan ke kas negara, ketiga kepala sekolah tersebut tetap menerima sanksi administratif berat sesuai dengan rekomendasi.
Kasus ini mencoreng dunia pendidikan di Brebes, yang seharusnya menjadi teladan bagi siswa dan masyarakat.
Artikel Terkait
3 Perusahaan Asing di Balik Coretax DJP, Salah Satunya Sempat Diduga Ikut Manipulasi Pajak Hingga Kegagalan Audit
Cerita Uya Kuya yang Sedang Berada di Los Angeles Saat Kejadian Kebakaran, Kobaran Api Terlihat dari Rumahnya
3 Alasan Patrick Kluivert 'Ngebet' Jadi Pelatih Anyar Timnas Indonesia, Salah Satunya Soal Fanatisme Suporter Sepak Bola Tanah Air!
Anti Rebahan! Eratkan Ukhuwah melalui Jalan Sehat Wahdah Islamiyah Bulukumba di Semarak Mukerda XVI
Para Siswa SD di Depok Tinggalkan Pesan Menyentuh untuk Prabowo di Ompreng Makanan Bergizi Gratis
Patrick Kluivert Ingin Beri Dampak untuk Garuda? Begini Plus-Minus sang Legenda Belanda Itu Kala Masih Tukangi Timnas Curacao
Pangeran Harry dan Meghan Markle Datangi Pengungsian Kebakaran Los Angeles, Ikut Jadi Relawan Bagikan Kebutuhan Pokok
'Persiapan Penuh' Alex Pastoor Jadi Asisten Kluivert di Skuad Garuda, Ternyata Pernah Latih Klubnya Thom Haye hingga Calvin Verdonk!
Juru Parkir Viral di Media Sosial, Patok Tarif Selangit Bikin Warganet Geram
Duka Dunia Hiburan! Aktor Sinetron Kolosal ini Tewas Ditikam, Pelaku Penikaman Masih Dalam Pengejaran