"Kami mengirimkan surat kepada sekolah-sekolah tersebut dan kami menyampaikan bahwa mereka tidak bisa mengikuti proses SNBP untuk tahun berikutnya," ujarnya.
Kemudian untuk siswa, kelulusan mereka akan dibatalkan. Namun, siswa masih bisa mengikuti jalur masuk Unhas lain seperti seleksi nasional berdasarkan tes (SNBT) atau mandiri.
"Kalau untuk siswanya, mereka kelulusannya dibatalkan. Itu otomatis. Tapi hak mereka untuk menjadi mahasiswa tetap saja kita tidak mengganggu," tuturnya.
Baca Juga: Fahidin HDK dan H. Safiuddin Hadiri Musrenbang Kelurahan Loka, Bahas Prioritas Pembangunan 2027
Ishaq menuturkan jika selama siswa bisa memenuhi nilai tes, siswa tersebut masih bisa diterima di Unhas. "Sepanjang dia tentu bisa memenuhi nilai atau memenuhi skor di tes pada jalur tes itu," katanya.
Tenaga Pengajar di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Unhas itu mengatakan tidak ada komponen spesifik dalam penilaian SNBP di Unhas. Sama seperti kampus lain, Unhas akan melihat nilai rapor dan dua mata pelajaran pendukung.
"Jadi sebenarnya tidak ada perlakuan spesifik, jadi kita memang melihat kesesuaian antara daya tampung dengan jumlah peminat dan dengan nilai dari para pendaftar,"tuturnya.
Baca Juga: TP PKK Sulsel Bersama Pemprov Sulsel Gelar Tabligh Akbar, Perkuat Nilai Keimanan dan Akhlak Keluarga
Agar kejadian serupa tidak terulang, Ishaq mendorong siswa untuk lebih berhati-hati dalam memasukkan nilai agar tidak berbeda nilainya dengan nilai rapor. Kemudian sekolah didorong untuk menggunakan E-Rapor.
"Karena kalau dengan menggunakan sistem E-Rapor itu, nilai itu kan tidak lagi diinput, tapi langsung ditarik dari sistem. Itu pengalaman kami selama ini, kalau menggunakan E-Rapor itu kami tidak menemukan ada yang melakukan kecurangan di situ karena nilainya sudah disimpan sejak semester pertama di dalam sistem," pungkasnya. (*)