Ir. Rizki Ayu Saraswati menegaskan Desa Sampulungan dipilih karena masih menghadapi tantangan serius dalam pengelolaan plastik. “Kami ingin menghadirkan solusi aplikatif agar masyarakat tidak hanya sadar akan masalah sampah, tapi juga terampil mengatasinya,” jelasnya.
Ir. Arinda Wahyuni menambahkan, “Bank sampah adalah pondasi keberlanjutan program. Harapan kami, bank sampah ini menjadi wadah kolaborasi warga, sekaligus memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat.”
Baca Juga: Pemkab Sinjai Gelar Penguatan Aksi Konvergensi Stunting
Dengan dukungan teknologi, edukasi, dan partisipasi masyarakat, program ini diharapkan menjadi titik awal menuju pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan di Desa Sampulungan. (*)
Artikel Terkait
Menilik Rekam Jejak Erick Thohir: dari Inter Milan hingga Kursi Menpora
Kasus Siswa Keracunan di 6 Daerah Berbeda dalam Sepekan Terakhir, Jadi Alarm Serius Sajian MBG
Melihat Kans Timnas Israel Lolos Piala Dunia 2026 Menyusul Ancaman Boikot dari Pemerintah Spanyol
Tutut Soeharto Bisa ke Luar Negeri Usai Terseret Kasus BLBI, Layangkan Gugatan Hukum pada Menkeu RI
Presiden FIFA Ucapkan Selamat untuk Erick Thohir yang Dilantik Jadi Menpora
Polisi Ringkus Residivis Pencuri Sapi di Bulukumba, 3 Ekor Sapi Berhasil Diselamatkan
Gubernur Andi Sudirman Hadiri Penandatanganan MoU Distribusi Gas Bumi Bersama Kementerian ESDM Ditjen Migas