“Di sini ada Hokky (Caraka), Kadek (Arel), dan semuanya. Mereka harus bisa naik level untuk memberikan yang terbaik,” lanjutnya.
Selain masalah kualitas individu, Vanenburg juga menyoroti soal menit bermain para pemain di klub. Menurutnya, pengalaman di lapangan menjadi faktor penting untuk meningkatkan performa.
“Dari sisi performa dan fisik pemain Indonesia, beberapa dari mereka dikembalikan ke klub. Dia bermain di Timnas tapi hanya bermain 14 menit saja di klub,” katanya mencontohkan.
Baca Juga: PBB Tekankan Pentingnya Dialog dan Transparansi dalam Penanganan Aksi Protes di Indonesia
Ia menegaskan, pemain yang jarang dimainkan di klub akan kesulitan menjaga kondisi terbaiknya.
“Kalau tidak bermain di hari berikutnya, atau hanya bermain di laga persahabatan, tentu saja fisiknya akan menurun, kualitasnya menurun,” ucap Vanenburg.
Baca Juga: BI Pastikan Suku Bunga Kredit Berangsur Turun, Transmisi Butuh Waktu
Vanenburg lantas meminta klub-klub memberi kesempatan lebih banyak kepada pemain muda.
“Jadi sangat penting klub untuk memberikan peluang dan kesempatan untuk mereka,” tukasnya. (*)
Artikel Terkait
Deflasi Agustus 2025 Capai 0,08 Persen, Inflasi Tahunan Diklaim Tetap Terkendali
4 Jurus Sederhana Bangun Bisnis Lebih Tahan Gempuran Ekonomi di era Digital
5 Poin Blunder saat Teken Asuransi Jiwa yang Bisa Jadi Bom Waktu bagi Finansial
Nilai Tukar Petani Capai 123,57 di Agustus, Pertanian Indonesia Tunjukkan Tren Positif
Sudah Saatnya Pemerintah Rangkul Media yang Dipercaya Rakyat, Bukan Influencer
Tokoh Lintas Agama Bahas Korupsi hingga UU Perampasan Aset dengan Presiden Prabowo
Instruksi Presiden, Kementerian PU Mulai Data Fasilitas Umum Rusak untuk Rehabilitasi