"Untuk perencanaan tahun 2026, selain efisiensi belanja jangan gunakan template lama. Ada daerah-daerah yang sukses melakukan itu, Kabupaten Lahat misalnya. Dia bisa menghemat Rp 425 miliar dari belanja birokrasi dan ternyata bisa," tegas Tito.
Baca Juga: Kajari dan Dandim 1410 Bantaeng Resmi Berganti, Bupati Bantaeng Sampaikan Apresiasi dan Harapan
"Kita juga pernah ngalamin dua kali paling tidak, pada waktu jaman COVID semua daerah semua pendapatan negara berkurang. Semua dirasionalisasi bahasa kerennya, bahasa lapangannya dipotong. Tapi kita bisa survive," pungkasnya. (*)
Artikel Terkait
Masa Jabatan Diperpanjang Jadi Delapan Tahun, Wabup Sahabuddin Harapkan Ini
Pemkab Barru Gelar Rakor PDB Hidrometeorologi: Sekda Tekankan Kesiapsiagaan Dini dan Data Akurat
MBG Disebut Bisa Kejar Ketertinggalan Ekonomi RI, Sektor Pangan Lokal Jadi Sorotan
Wabup Bantaeng: Padi Genjah Jadi Solusi Tingkatkan Produksi dan Ketahanan Pangan di Bantaeng
Ratusan Peserta Ramaikan IFG Synergy Day 2025, Momen Pererat Kolaborasi
Jadi Program Pemerintah untuk Perbaikan Gizi, Zulhas Sebut MBG Bisa Naikkan Kecerdasan IQ
Bupati Sinjai Serukan Gerakan Kebersihan Total: Jaga Lingkungan Dimulai dari Rumah dan Budayakan Jumat Bersih