“Penjelasan umum WHO ini disampaikan hanya sebagai bagian dari kewaspadaan kita saja,” ujarnya.
Perbaikan Sistem, Bukan Sekadar Ganti Koki
Langkah cepat BGN patut diapresiasi. Tapi dalam jangka panjang, program MBG membutuhkan tata kelola yang lebih kuat, mulai dari pengawasan bahan baku, standardisasi dapur, hingga kontrol distribusi makanan di setiap daerah.
Tjandra mengingat potensi keracunan massal masih membayangi sistem pelaksanaan program MBG, meski dirinya meyakini tidak semua dapur SPPG mengalami hal serupa.
"Berbagai potensi yang di sebut WHO ini tentu patut jadi pertimbangan kita, walau tentu sama sekali tidak berarti bahwa keracunan makanan selalu berhubungan dengan MBG," terangnya.
Baca Juga: Puncak Festival Budaya Pesisir Ma’rimpa Salo di Sinjai, Bupati: Wadah Memperkuat Kearifan Lokal
Di sisi lain, Tjandra mengingatkan bahan mentah dan sistem distribusinya yang tidak aman, risiko yang sama akan tetap mengintai.
"Penjelasan umum WHO ini disampaikan hanya sebagai bagian dari kewaspadaan kita saja," tukasnya. (*)
Artikel Terkait
Kemenag dan Pimpinan Ponpes Sinjai Audiensi dengan Bupati Bahas Persiapan Hari Santri
Menanti Wacana Pemerintah Menambah Kuota Program Magang Bergaji Menjadi 100.000
Menanti Janji Swasembada Pangan di Balik Target Pemerintah Hentikan Impor Beras dalam 3 Bulan ke Depan
Wacana Penghapusan Tunggakan BPJS Kesehatan: Antara Solusi Kemanusiaan dan Risiko Keuangan Negara
Soal Temuan 29 Ribu Beras Rusak, Mentan Amran Pastikan Tetap Bernilai Meski Jadi Pakan Ternak
Anies Baswedan Soroti PHK Massal di Indonesia, Sebut Efek Domino di Banyak Sektor
Soal Fenomena Banyaknya Pekerjaan Informal di Indonesia, Menkeu Purbaya Ungkap Biang Keroknya