“Saya aja nista bilang itu daging olahan, saya nggak tahu itu produk apaan. Rasanya kayak karton, warnanya pink, lalu anak-anak disuruh DIY, astaga,” ujar Tan.
Kritik ahli gizi menjadi sinyal keras bahwa MBG tidak bisa sekadar mengedepankan distribusi masif tanpa memperhatikan kualitas dan keberlanjutan.
Baca Juga: Job Fit 19 Pejabat Eselon II Tana Toraja Digelar, Sekda Sulsel Jadi Penguji
Terlebih, kritik publik kini mengarah pada konsistensi menu makanan MBG yang dibayangi dengan kecemasan para siswa maupun orang tuanya di tengah maraknya kasus keracunan di sebagian wilayah Tanah Air. (*)
Artikel Terkait
5 Politeknik Terbaik di Sulawesi dengan Program Studi Unggulan 2025
BPTH dan KPH Tangka Sosialisasi Bibit Gratis untuk Masyarakat Sinjai
Korupsi Kuota Haji 2024: Keterangan Biro Perjalanan Mulai Diburu KPK hingga Pastikan Penyidikan Tak Ada Intervensi
Presiden Kirim Menteri Bahas BUMN ke DPR, Isu Melebur dengan Danantara Makin Jelas?
Wamenpar Tinjau Kesiapan Geopark Maros-Pangkep Jelang Revalidasi Status UNESCO
APBN 2026, DPR dan Pemerintah Sepakati Tiga Indikator Baru Kesejahteraan Rakyat
Terima Kunjungan Dirjen Badilmiltun Mahkamah Agung RI, Gubernur Sulsel Bahas Pembangunan Pengadilan Militer Tinggi V Makassar
Sinjai Siap Bentuk Tim Tanggap Insiden Siber, Komitmen Perkuat Keamanan Digital Daerah