Sulawesinetwork.com - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengklaim bahwa saat ini harga beras di pasaran mulai turun.
Budi menyebutkan bahwa penyebab kenaikan harga beras berada pada proses pendistribusian, mengingat stok beras saat ini sedang melimpah.
“Kalau misal dari ritel modern berkurang (pasokan), ya berarti distribusinya. Barangnya kan ada,” ucap Budi Santoso kepada awak media di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta pada Rabu, 20 Agustus 2025.
Baca Juga: Fokus Penentuan Lokus Stunting 2026, Wabup Sinjai Pimpin Langsung Rakor TPSS
Untuk menyelesaikan permasalahan distribusi, ia mengatakan bahwa saat ini pemerintah mendorong penyaluran beras sesuai dengan Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).
Langkah ini dilakukan oleh pemerintah bersama dengan Badan Pangan Nasional (Bapanas).
“Kami sama Bapanas terus mendorong dan kami akan membantu di pengawasan di lapangan, termasuk percepatan distribusi,” imbuhnya.
Baca Juga: Bupati Sinjai Menerima Sertifikat Bebas Frambusia untuk Pemkab Sinjai dari Kementerian Kesehatan
Dalam kesempatan tersebut, Budi menambahkan pemerintah melakukan pengawasan untuk percepatan distribusi yang akan memberikan dampak pada penurunan harga beras.
“Sebagian sudah mulai turun, kita masih terus melakukan pengawasan,” kata Budi.
Untuk beras SPHP, menurutnya saat ini juga mulai banyak ditemui di pasaran, meski belum maksimal.
Baca Juga: Penyegaran Birokrasi: Bupati Bantaeng Lantik 7 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Ini Daftarnya
“Sekarang yang di ritel modern juga sudah mulai banyak beras SPHP juga mulai ini, walaupun belum 100 persen,” terangnya.
Data harga beras di beberapa wilayah di Indonesia ini sempat jadi sorotan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) di mana rata-ratanya harganya berbeda jauh.
Artikel Terkait
19.391 Bal Pakaian Bekas Impor Ilegal Diamankan Kemendag, Nilainya Capai Rp112 Miliar
Dihadapan Bupati Ratnawati, PLN Paparkan Program TJSL Pendidikan di Kawasan Madaya
Banjir Tunjangan, Begini Kekayaan Fantastis Anggota DPR
5 Jejak Finansial Warga Kelas Menengah: dari Cicilan Rumah hingga Dompet Dana Darurat
Sri Mulyani Gunakan SAL Rp60 Triliun untuk Kurangi Utang dan Perkuat APBN 2026
Pemprov Sulsel dan BPS Perkuat Sinergi Pemanfaatan Data untuk Pembangunan Daerah
Aturan Rampung, Zulhas Targetkan 15.000 Kopdes Merah Putih Beroperasi Bulan Ini