Salah satu langkah konkret adalah melalui perjanjian dagang dengan Uni Eropa.
Proses finalisasi Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU CEPA) disebut-sebut hampir rampung.
"Nanti dengan adanya pasar baru di EU di Amerika mudah-mudahan ekspor kita yang kita optimistis akan terus meningkat," pungkas Budi.
Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah menyampaikan bahwa AS dan Indonesia telah mencapai kesepakatan dagang ini, di mana produk AS akan masuk ke Indonesia tanpa dikenakan bea masuk.
Dengan pandangan strategis Mendag Budi, kebijakan tarif ini diharapkan dapat dioptimalkan menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan.(*)
Artikel Terkait
Ancaman Serius Donald Trump: iPhone Wajib Produksi di AS atau Kena Tarif 25 Persen!
Ojek Online Segera Naik Tarif! Kemenhub Pastikan Kajian Final dan Aplikator Setuju
Kemenhub Tegaskan Isu Kenaikan Tarif Ojol 15 Persen Belum Final, Masih Dikaji Mendalam!
Trump Berlakukan Tarif 32 Persen untuk Indonesia, Istana Sebut Ada Ruang Negosiasi
Viral! Pengunjung Air Mancur MMTC Medan Dipungut 'Tarif Duduk' Rp2.000, Warganet Geram Tagih Tindakan Tegas Pemerintah
Indonesia Tegas Tak Mundur dari BRICS Meski Diancam Tarif Tambahan AS
Angin Segar dari Washington: Tarif Trump 32% untuk Indonesia Ditunda, Negosiasi Berlanjut!
Terobosan Prabowo di Eropa: Tarif Hampir Nol Persen untuk Produk RI ke Pasar UE!
Negosiasi Berbuah Manis: Donald Trump Hujani Prabowo dengan Pujian Usai Kesepakatan Tarif Dagang RI-AS
Terkuak! Isi Pembicaraan Prabowo-Trump: Era Baru Perdagangan Saling Menguntungkan di Tengah Polemik Tarif 19 Persen