Kala itu, Indonesia mengirimkan delegasi tingkat tinggi ke Washington DC untuk membahas kemungkinan penurunan tarif tersebut.
Delegasi Indonesia dalam negosiasi krusial ini dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto.
Berbagai pertemuan intensif digelar dengan perwakilan dari Kantor Perwakilan Dagang Amerika Serikat (USTR) dan sejumlah kementerian AS terkait lainnya.
Langkah diplomatik yang sigap ini merupakan respons atas keputusan AS yang sebelumnya memberlakukan tarif impor 32 persen terhadap produk Indonesia pada 7 Juli 2025 lalu.
Keberhasilan negosiasi ini menandai babak baru dalam hubungan ekonomi Indonesia-AS, sekaligus menunjukkan kekuatan diplomasi Indonesia di bawah kepemimpinan yang baru.(*)
Artikel Terkait
Trump Guncang Hollywood: Tarif 100% untuk Film Asing!
Ketegangan Meningkat Imbas Tarif Resiprokal, China dan AS Bakal Berunding di Jenewa
Ancaman Serius Donald Trump: iPhone Wajib Produksi di AS atau Kena Tarif 25 Persen!
Ojek Online Segera Naik Tarif! Kemenhub Pastikan Kajian Final dan Aplikator Setuju
Kemenhub Tegaskan Isu Kenaikan Tarif Ojol 15 Persen Belum Final, Masih Dikaji Mendalam!
Trump Berlakukan Tarif 32 Persen untuk Indonesia, Istana Sebut Ada Ruang Negosiasi
Viral! Pengunjung Air Mancur MMTC Medan Dipungut 'Tarif Duduk' Rp2.000, Warganet Geram Tagih Tindakan Tegas Pemerintah
Indonesia Tegas Tak Mundur dari BRICS Meski Diancam Tarif Tambahan AS
Angin Segar dari Washington: Tarif Trump 32% untuk Indonesia Ditunda, Negosiasi Berlanjut!
Terobosan Prabowo di Eropa: Tarif Hampir Nol Persen untuk Produk RI ke Pasar UE!