"Saya sangat mengapresiasi inisiatif pengelolaan sampah. Ini langkah penting menuju pariwisata regeneratif, khususnya untuk Bali Utara dan Bali Barat," tambah Ni Luh Puspa.
Tak hanya itu, Ni Luh Puspa juga menyoroti pentingnya digitalisasi pariwisata.
Inisiatif ini dilaksanakan untuk memperkuat transparansi, akurasi penghitungan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan efisiensi promosi.
Baca Juga: Iran Murka! Serangan Brutal AS Ke Fasilitas Nuklir Picu Ancaman Perang Besar
Ia bahkan mengusulkan Buleleng sebagai pilot project digitalisasi wisata.
"Saya usulkan Buleleng menjadi pilot project digitalisasi wisata," tegas Puspa.
"Kita harus tahu berapa yang datang yang tinggal, dan dampak bagi ekonomi lokal," imbuhnya. (*)
Artikel Terkait
Nokia X700 5G: Sang Legenda Kembali, Siap Guncang Pasar Smartphone!
Penyaluran Bansos Tahap 2 Capai Lebih dari 80 Persen, Ini Rinciannya
Langgar Etika Struktural, PW IPM Sulsel Diprotet PD IPM Makassar karena Pertemuan Tanpa Koordinasi
Jawaban Putin soal Tawaran Prabowo Tuk Menambah Jumlah Penerbangan Langsung Rusia-Indonesia
Sambut Hari Bhayangkara ke-79, Polsek Bontotiro Bersama Tripika Gelar Bakti Religi Bersihkan Masjid
Bulukumba Darurat Sampah Sungai: Desa Diminta Prioritaskan Penanganan, Bukan Sekadar Bangun Megah!
Lebih dari 53 Ribu Jemaah Haji Telah Kembali, PPIH Imbau Jemaah di Tanah Suci Prioritaskan Kesehatan di Tengah Cuaca Ekstrem!
Pemprov Sulsel Bergerak Cepat Salurkan Bantuan Korban Puting Beliung di Pinrang dan Luwu