Namun, Meutya Hafid melihat program ini dari sudut pandang yang berbeda.
Ia menekankan pentingnya mengatasi masalah kecanduan gawai dan memperkuat karakter siswa, dan menilai program ini berpotensi menjadi solusi yang efektif.
Kunjungan Meutya Hafid ke Barak TNI di Purwakarta menunjukkan bahwa pemerintah pusat memberikan perhatian serius terhadap program ini.
Jika berhasil, bukan tidak mungkin program ini akan diadopsi secara nasional sebagai model pendidikan karakter yang inovatif.(*)
Artikel Terkait
Meutya Hafid : Presiden Hanya Menegaskan Aturan, Bukan Deklarasi Keberpihakan
Meutya Hafid Sebut BCA Jadi yang Paling Banyak Dipakai Oknum Judi Online, Ratusan Rekening Bank Ini Bakal Diblokir Komdigi
Rencana Komdigi Batasi Penggunaan Media Sosial untuk Anak Ditanggapi DPR RI: Nggak Bisa Diputuskan Seketika
Internet Murah Rp100 Ribu untuk 100 Mbps akan Segera Terwujud, Komdigi Ungkap Fakta Ini
Komdigi, Komunitas dan Dunia Usaha Sepakat Rumuskan Adopsi AI di Acara CITCOM CONNEXT 2025
Jeritan Hati Ibu di Purwakarta, Kirim Anak 'Nakal' ke Barak Militer Demi Perubahan
Kontroversi Siswa 'Nakal' Dikirim ke Barak TNI: Pengamat Pertanyakan Arah Kebijakan Dedi Mulyadi