Aria Bima kemudian mencontohkan salah satu daerah yang mengajukan status daerah istimewa, yaitu Solo.
"Seperti daerah saya Solo, minta pemekaran dari Jawa Tengah dan diminta dibikin daerah istimewa Surakarta, karena secara historis mempunyai suatu kekhususan di dalam proses terhadap melakukan perlawanan terhadap zaman penjajahan dulu dan mempunyai kekhasan sebagai daerah yang mempunyai kekhususan dan kebudayaan," jelasnya.
Baca Juga: Sri Mulyani Bongkar Dampak Nyata dari Tarif Resiprokal Trump: Sentimen dari Pelaku Usaha Memburuk
Debat mengenai pemekaran wilayah kembali menghangat. Di satu sisi, aspirasi daerah untuk meningkatkan pelayanan dan kesejahteraan melalui pemekaran begitu besar.
Namun, di sisi lain, evaluasi terhadap efektivitas DOB yang sudah ada dan potensi ketidakadilan menjadi pertimbangan krusial bagi pemerintah dan DPR dalam mengambil keputusan.
Gelombang usulan pemekaran ini jelas menjadi isu penting yang akan mewarnai agenda politik dan pembangunan ke depan. (*)
Artikel Terkait
Pengurus HMI dan Kohati Periode 2025-2026 Cabang Bulukumba Dilantik: Generasi Penerus Masa Depan
Kajati Sulsel Resmikan Mess Kejari Bulukumba, Terima Sertifikat Tanah Hibah dan Wakaf
Mbok Yem dan Sejarah Legenda Warung di Puncak Gunung Lawu yang 'Mahal'
Komdigi, Komunitas dan Dunia Usaha Sepakat Rumuskan Adopsi AI di Acara CITCOM CONNEXT 2025
Mengenang Raminten: Sejarah dan Warisan Budaya Kuliner Sarat Budaya dari Almarhum Hamzah Sulaiman
Deretan Kasus Keracunan MBG di Sejumlah Daerah di Indonesia Sejak Peluncuran Pertama
Prabowo Terpukau: Ustadz Adi Hidayat, Ulama Visioner Penggerak 'Indonesia Menanam'
Wagub Fatmawati Rusdi Beri Lampu Hijau untuk PMTM FORWIL IX dan MUSWIL XV: Investasi SDM Unggul Masa Depan