Insiden ini terjadi di Jalan Batu Kandik, Pecatu, Kuta Selatan.
Menurut keterangan teman JT, tukang ojek pangkalan awalnya menawarkan jasa transportasi kepada korban yang baru saja menyaksikan pesta kembang api di Pantai Nyang Nyang.
Namun, alih-alih diantar pulang ke vila, JT justru dibawa ke lokasi gelap dan sepi. Di sana, tukang ojek tersebut memerkosa korban, lalu merampas gelang berliannya.
Baca Juga: Menjadi Perhatian Dunia, Virus HMPV di Duga Mirip Covid-19
JT yang ketakutan akhirnya melarikan diri ke rumah warga terdekat untuk meminta pertolongan.
Insiden ini tidak hanya mencoreng citra Bali sebagai destinasi wisata unggulan, tetapi juga memicu kecaman dari berbagai pihak, termasuk Kepala Dinas Pariwisata Bali, Tjokorda Bagus Pemayun.
“Kejadian ini sangat disayangkan. Kami akan berkoordinasi dengan aparat terkait untuk memastikan pelaku ditindak tegas," ujar Tjokorda.
Baca Juga: HMPV Marak di China hingga Muncul Himbauan Kemenkes, Jenis Virus Seperti Apakah Itu?
Kasus ini menjadi peringatan serius bagi pihak berwenang untuk meningkatkan pengawasan dan keamanan, terutama di tempat-tempat wisata yang kerap dipadati turis.
Pemerintah diharapkan dapat mencegah kejadian serupa agar kepercayaan wisatawan terhadap Bali tidak pudar.(*)
Artikel Terkait
Banyak Bule Nakal Masuk Bali, Kemenparekraf Bakal Perketat Pengawasan Kepada Wisatawan
Mulai Cagar Budaya Hingga Tempat Kekinian, Inilah Daftar Wisata Palopo yang Wajib Wisatawan Kunjungi
Terkenal Hingga Mancanegara, Berikut 10 Pantai Terpopuler di Sulawesi yang Menawarkan Keindahan Luar Biasa
Terkenal Hingga Mancanegara, Aksara Tradisional Bugis-Makassar Jadi Ciri Khas Batik Lontara Sulawesi Selatan
UPTD Wisata Tanjung Bira, Intensifkan Layanan ke Wisatawan
Pemkab Catat Puluhan Ribu Wisatawan Masuk Bulukumba di Libur Lebaran Idul Fitri 1445 Hijriah
Aksi Pelecehan Turis di Bali Jadi Sorotan Media Asing, Ternyata Banyak Turis yang Buka Layanan Prostitusi