Syahrul mewakili pemerintah Indonesia terpilih menjadi salah satu pembicara pada konferensi ini untuk sesi "Policy for Sustainable Livestock Transformation".
Dimana Indonesia disebut telah berhasil dalam pengendalian HPAI atau Higly Pathogenic Avian Influenza.
FAO berharap praktik yang telah dijalankan oleh Indonesia dapat turut dipelajari dan diadopsi oleh negara-negara lain.
Syahrul berbicara pada panel high-level bersama dengan Menteri dan Perwakilan Tingkat Tinggi dari negara Uruguay, Somalia dan Australia.
Direktur Jenderal FAO Qu Dongyu menyebutkan dunia membutuhkan solusi dan rencana aksi atas permasalahan yang dihadapi oleh sektor pangan, terutama industri peternakan.
"Kita harus bersama-sama memperbaiki masalah. Tidak hanya komplain, kita butuh solusi. Dengan alasan itulah konferensi ini didesain," ujar Qu.
Forum Global Conference on Sustainable Livestock Transformation merupakan forum internasional yang diorganisir oleh FAO untuk menyediakan platform bagi pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya.
Hal itu juga bertujuan untuk saling berbagi pengetahuan, meningkatkan kesadaran, dan menetapkan prioritas dalam transformasi sistem peternakan berkelanjutan. (*)
Artikel Terkait
Mentan SYL Dikabarkan Bakal Jadi Tersangka Viral di Media Sosial, Ini Jawaban KPK
Mentan SYL Akhirnya Penuhi Panggilan KPK Hari Ini. Begini Hasil Pemeriksaan
KPK Ungkap Kasus yang Menyeret Nama Mentan Syahrul Yasin Limpo, Ternyata Dugaan Korupsi Penempatan Jabatan
Potensi Pertanian Tanaman Pangan dan Perkebunan Kabupaten Bone Calon Ibu Kota Provinsi Bugis Timur
Jabat Pj Gubernur, Bahtiar Baharuddin Bicara Kemiskinan Ekstrem dan Ketahanan Pangan Sulawesi Selatan