Sulawesinetwork.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulukumba terus memperkuat transformasi digital hingga ke tingkat desa. Melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) bekerja sama dengan Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian (Diskominfo), dilakukan monitoring dan evaluasi (monev) terhadap pengelolaan website desa se-Kabupaten Bulukumba.
Kegiatan bertajuk Pemetaan Kebutuhan Pembinaan dan Tata Kelola Website Desa Kabupaten Bulukumba itu berlangsung di Ruang Kahayya, Gedung Pinisi, Senin, 6 Juli 2026, dan diikuti para operator website desa dari seluruh kecamatan.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas PMD Bulukumba Asdar A. Bennu, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian Bulukumba Andi Uke Indah Permatasari, Kepala Bidang Humas Andi Ayatullah Ahmad, serta difasilitasi oleh Muh Bayu Syafei dari Biro Administrasi Umum dan Keuangan IPDN.
Kepala Bidang Humas Diskominfo Bulukumba, Andi Ayatullah Ahmad, menjelaskan bahwa kegiatan monitoring dan evaluasi dilakukan untuk mengukur sejauh mana website desa dimanfaatkan sebagai media pelayanan informasi publik sekaligus mendukung tata kelola pemerintahan desa yang transparan, akuntabel, dan berbasis digital.
Dari hasil evaluasi terhadap 109 website desa, tercatat 50 website (46 persen) berstatus aktif, 48 website (44 persen) kurang aktif, dan 11 website (10 persen) tidak aktif.
"Data ini menunjukkan masih ada sejumlah website desa yang memerlukan perhatian dan pendampingan agar dapat dimanfaatkan secara optimal sebagai sarana keterbukaan informasi publik," ujar Andi Ayatullah Ahmad.
Baca Juga: PKS Dorong Pergantian Ketua DPRD Bulukumba, Andi Suriadi Diusulkan Gantikan Umy Asyiatun
Berdasarkan produktivitas konten, lima website desa terbaik di Kabupaten Bulukumba yaitu Desa Oro Gading (Kindang), Desa Dwi Tiro (Bontotiro), Desa Dampang (Gantarang), Desa Benteng Palioi (Kindang), dan Desa Batulohe (Bulukumpa).
Penilaian dilakukan berdasarkan konsistensi publikasi berita, galeri kegiatan, pengumuman, hingga penyajian agenda pelayanan kepada masyarakat.
Meski demikian, tim evaluasi masih menemukan sejumlah kendala, seperti tingginya pergantian operator website desa, keterbatasan akses internet di beberapa wilayah, serta masih minimnya kemampuan aparatur desa dalam penulisan berita dan pengelolaan konten digital.
Baca Juga: Muharram Ceria, BAZNAS Bulukumba Gelar Khitanan Massal Gratis untuk Anak dari 10 Kecamatan
Untuk mengatasi persoalan tersebut, DPMD bersama Diskominfo merekomendasikan pelaksanaan bimbingan teknis (bimtek) dan coaching clinic pengelolaan website serta jurnalistik desa secara berkala, khususnya bagi operator baru.
Kepala Dinas PMD Bulukumba, Asdar A. Bennu, menegaskan bahwa website desa kini bukan sekadar media publikasi, tetapi telah menjadi bagian penting dalam pelayanan publik.