info-sulawesi

Dispusip Sinjai Gelar Bimtek Literasi Informasi, Libatkan Guru dan Pegiat Literasi

Rabu, 20 Mei 2026 | 12:16 WIB
Kadispusip Sinjai, Abdul Aziz Amin.

Sulawesinetwork.com - Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kabupaten Sinjai menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Literasi Informasi bagi pustakawan, guru, dan pegiat literasi di Aula Serbaguna Dispusip Sinjai, Rabu, 20 Mei 2026.

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, mulai 20 hingga 22 Mei 2026 itu dibuka langsung oleh Kepala Dispusip Sinjai, Abdul Aziz Amin.

Bimtek tersebut mengangkat tema “Sinergi Guru, Pustakawan, dan Pegiat Literasi untuk Sama-Samaki Membangun Ekosistem Budaya Baca yang Berkelanjutan” dan diikuti sebanyak 150 peserta yang terdiri dari pustakawan, guru, serta pegiat literasi dari berbagai wilayah di Kabupaten Sinjai.

Baca Juga: Pemkab Sinjai Gelar Upacara Harkitnas ke-118, Tekankan Semangat Persatuan dan Transformasi Digital

Ketua panitia pelaksana, Muh. Ikbal mengatakan, kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas peserta dalam memahami literasi informasi, mulai dari mengenali kebutuhan informasi, melakukan penelusuran, hingga mengevaluasi dan memanfaatkan sumber informasi yang relevan dan terpercaya.

“Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan keterampilan peserta dalam mengakses dan mengevaluasi informasi, sekaligus mendorong penggunaan sumber informasi yang kredibel dan terpercaya dalam lingkungan akademik maupun profesi,” ujarnya.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut menghadirkan narasumber dari pustakawan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan serta pegiat literasi Sulawesi Selatan.

Baca Juga: Unit Reskrim Polsek Ujung Bulu Ungkap Kasus Pencurian di Toko Seluler, Satu Pelaku Diamankan

Sementara itu, Kadispusip Sinjai, Abdul Aziz Amin menegaskan bahwa pelaksanaan bimtek merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di bidang literasi informasi di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.

“Di era digital saat ini, masyarakat dihadapkan pada arus informasi yang datang tanpa batas melalui media sosial, internet, maupun berbagai platform digital lainnya. Kondisi ini menghadirkan tantangan besar, seperti maraknya hoaks dan disinformasi. Karena itu, kemampuan memilah informasi yang benar dan bermanfaat menjadi sangat penting,” katanya.

Baca Juga: Ditetapkan Tersangka dan Terancam 7 Tahun Penjara, Pelaku Sembelih Sapi Curian di Rumah Kosong

Menurutnya, melalui kegiatan tersebut peserta diharapkan dapat meningkatkan wawasan, keterampilan, dan kompetensi di bidang literasi informasi, sekaligus memperkuat sinergi antar pemangku kepentingan literasi di Kabupaten Sinjai.

“Perpustakaan saat ini harus mampu bertransformasi menjadi pusat pembelajaran masyarakat, tidak hanya sebagai tempat membaca, tetapi juga menjadi pusat kreativitas, inovasi, dan pengembangan kemampuan masyarakat,” tambahnya.

Abdul Aziz Amin juga menekankan bahwa membangun budaya literasi membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah, sekolah, komunitas, keluarga hingga masyarakat luas.

Halaman:

Tags

Terkini