info-sulawesi

Konflik Geopolitik Global dan Ketidakpastian Ekonomi: Bakastra HIPMI Sulsel Membaca Peluang

Senin, 4 Mei 2026 | 17:52 WIB
Badan Semi Otonom Bakastra BPD HIPMI Sulawesi Selatan.

Dari sisi ketenagakerjaan, Anggota DPR RI Komisi IX, Dr. Drs. H. Ashabul Kahfi, menyoroti meningkatnya kerentanan tenaga kerja, baik di dalam negeri maupun pekerja migran, akibat dinamika global.

Ia menyampaikan bahwa ketidakpastian ekonomi berpotensi meningkatkan angka pengangguran serta memicu gelombang pekerja migran yang tidak terlindungi.

"Negara harus hadir memastikan perlindungan tenaga kerja, termasuk melalui peningkatan kualitas pelatihan, sertifikasi kompetensi, dan perluasan lapangan kerja berbasis sektor produktif,” tegasnya.

Baca Juga: Pertamina Naikkan Harga BBM per Hari Ini, Begini Penjelasannya

Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menciptakan kebijakan ketenagakerjaan yang adaptif terhadap perubahan global.

Di sisi praktis, Ketua Umum BPD HIPMI Sulsel periode 2020–2023, Andi Rahmat Manggabarani, memberikan perspektif dunia usaha dengan menekankan pentingnya strategi bertahan sekaligus ekspansi di tengah krisis.

Menurutnya, pelaku usaha tidak bisa lagi mengandalkan pola bisnis konvensional. “Kunci bertahan di tengah ketidakpastian adalah efisiensi operasional, digitalisasi, serta kemampuan membaca perubahan pasar dengan cepat. Krisis selalu menghadirkan peluang bagi mereka yang adaptif,” ungkapnya.

Baca Juga: Jelang Agenda Nasional 2026, TP PKK Sulsel Perkuat Program hingga Desa

Ia juga mendorong pengusaha muda untuk mulai menggarap sektor-sektor potensial seperti pangan lokal, energi terbarukan, dan industri berbasis teknologi.

Ketua Umum BPD HIPMI Sulawesi Selatan periode 2024–2027, Andi Amar Ma’ruf Sulaiman, menegaskan bahwa Bakastra HIPMI hadir sebagai lembaga kajian strategis yang tidak hanya membahas tantangan, tetapi juga mampu merumuskan peluang di tengah ketidakpastian global.

Menurutnya, forum ini diharapkan melahirkan rekomendasi kebijakan yang konkret dan implementatif. “Kegiatan ini bukan sekadar ruang diskusi, tetapi wadah untuk merumuskan kebijakan yang adaptif, responsif, dan berpihak pada dunia usaha. Hasilnya diharapkan dapat menjadi referensi bagi pemerintah daerah dalam mengambil langkah strategis,” ujarnya.

Baca Juga: Hardiknas 2026, Harapan Besar untuk Masa Depan Pendidikan, Andi Utta: Tegaskan Komitmen

Ia menambahkan bahwa penguatan kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan pelaku usaha menjadi kunci dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah.

Bakastra HIPMI Sulsel melalui kegiatan ini berharap tercipta sinergi yang lebih kuat antar pemangku kepentingan dalam menghadapi tantangan global, sekaligus membuka peluang baru bagi pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan dan inklusif. (*)

Halaman:

Tags

Terkini