Sulawesinetwork.com - Forum Penggiling Padi Lokal Bulukumba (FPPLB) mengeluarkan peringatan serius mengenai kondisi ketahanan pangan daerah.
Selain dampak fenomena "Godzilla El Nino" yang menurunkan rendemen padi, maraknya pergerakan pembeli gabah dari luar kota yang berani menawar di atas harga rata-rata kini mengancam ketersediaan stok bahan baku bagi penggilingan lokal di Bulukumba.
Menurut FPPLB, kondisi ini jika dibiarkan akan memicu dampak efek domino. Seperti penggiling lokal akan berhenti beroperasi karena kehabisan bahan baku.
Baca Juga: DPRD Sidak RSUD Andi Sultan Daeng Radja, Ini Rekomendasi dari Hasil Temuannya
Kemudian berujung pada kelangkaan beras dan lonjakan harga di pasar-pasar lokal Bulukumba.
“Kami melihat ada pergerakan masif pembeli dari luar daerah yang menyerap gabah petani kita dengan harga tinggi. Di satu sisi ini menguntungkan petani sesaat, namun di sisi lain, ini ancaman bagi kedaulatan pangan kita sendiri. Gabah kita 'lari' keluar, tapi nanti kita yang kesulitan cari beras murah di daerah sendiri,” tegas Koordinator FPPLB, Abbana
FPPLB mengapresiasi langkah Bupati Bulukumba yang telah merespons cepat pernyataan sikap forum dan meneruskannya ke dinas terkait.
Baca Juga: Pemprov Sulsel-BI Perkuat Hilirisasi dan Investasi Berkelanjutan di Forum Pinisi Sultan 2026
Namun, untuk memastikan adanya payung kebijakan yang konkret, FPPLB mendesak DPRD Kabupaten Bulukumba untuk segera memfasilitasi Rapat Dengar Pendapat (RDP).
Menghadirkan Satgas Pangan, Bulog, Dinas Pertanian, dan Dinas Perdagangan.
“DPRD perlu segera memanggil pihak-pihak terkait. Kita butuh pengawasan ketat di lapangan agar aliran gabah keluar daerah tidak sampai menguras habis cadangan pangan lokal. Jangan sampai saat puncak kemarau nanti, lumbung kita kosong karena semua sudah diangkut keluar,” tambahnya.
Baca Juga: Milad ke-36 UIAD Sinjai, Pemkab Dorong Kampus Cetak SDM Unggul dan Siap Go Global
FPPLB menekankan bahwa koordinasi lintas sektoral akan memastikan berapa banyak gabah yang tersisa di tingkat petani dan penggilingan lokal.
"Juga memastikan persaingan harga tetap sehat dan tidak merugikan stabilitas ekonomi daerah," jelas Abbana.