Sulawesinetwork.com - Kejadian pemadaman listrik yang terjadi di RSUD Andi Sultan Daeng Radja Bulukumba Kamis, 23 April 2026 yang heboh belum lama ini mengungkap sejumlah fakta.
Hal itupun membuat DPRD Bulukumba menyarankan untuk merekomendasikan RSUD Bulukumba yang saat ini akreditasi Paripurna (Bintang Lima) untuk turun kelas.
"RSUD Bulukumba ini hanya cantik diluar tapi didalamnya ada beberapa hal diluar dugaan dan terkesan buruk," ungkap Anggota Komisi II DPRD Bulukumba, Kaspul Bj.
Baca Juga: Jawab Kebutuhan Nakes, Gubernur Sulsel Serahkan Mobil Layanan Kesehatan untuk Warga Rongkong
Pernyataan tersebut dilontarkan Kaspul saat mengikuti Rapat Dengar Pendapat yang dihadiri oleh pihak manajemen RSUD, keluarga pasien dan UPL PLN Panrita Lopi.
Menurut Kaspul, sejumlah item penting yang seharunya berfungsi dengan baik dan bahkan dimiliki rumah sakit justru ditemukan tidak ada.
Selain generator set senilai Rp5 miliar yang menjadi sorotan. Komisi II juga menemukan fakta bahwa Uninterruptible Power Supply (UPS) tidak lagi berfungsi dengan baik.
"Persoalan UPS ini saja tidak mampu dimaksimalkan dan faktanya sudah kerap dikeluhkan dan dilaporkan tapi tidak ada tindakan dari manajemen," ungkapnya.
Menurut politisi Partai Demokrat itu, UPS harusnya disiapkan disetiap ruangan yang cukup vital seperti ruang operasi, laboratorium, unit gawat darurat dan ruang vital lainnya.
"UPS ini apakah sudah perna dilaporkan bahwa sudah tidak berfungsi dengan baik? Harusnya ruangan vital itu ada dan berfungsi dengan baik," ujarnya.
Baca Juga: Jalan Menuju Seko Dipercepat, Bupati Lutra: Kami Bersyukur Bantuan dari Bapak Gubernur Sulsel
Selain terkait UPS. Keberadaan gengset yang tidak berfungsi saat terjadi pemadaman dianggap salah satu kelalaian pihak manajemen RSUD.
Selain Komisi II, Komisi IV DPRD Bulukumba juga memanggil pihak manajemen dan dewan pengawas (Dewas) RSUD Andi Sultan Daeng Radja Bulukumba.