Sulawesinetwork.com - Bupati Sinjai, Hj. Ratnawati Arif, menghadiri kegiatan Sosialisasi Sistem Resi Gudang (SRG) yang diselenggarakan oleh Kementerian Perdagangan (Kemendag) Republik Indonesia di Kantor Kawasan Industri Makassar (KIMA), Jumat, 24 April 2026.
Kegiatan yang diikuti oleh jajaran kepala daerah se-Sulawesi Selatan ini merupakan upaya strategis pemerintah pusat dalam mengedukasi pemerintah daerah mengenai regulasi pergudangan dan optimalisasi komoditas daerah untuk memperkuat ekonomi nasional.
Dalam keterangannya, Bupati Ratnawati memberikan apresiasinya terhadap langkah Kementerian Perdagangan yang melibatkan perusahaan BUMN sebagai mitra strategis dalam tata kelola stok komoditas.
Baca Juga: Gubernur Sulsel Sabet Award Nasional, Program MYP Jadi Bukti Nyata Pembangunan Infrastruktur
“Alhamdulillah, hari ini kami diundang oleh Kementerian Perdagangan bersama perusahaan BUMN mitra. Kegiatan ini sangat penting karena mengedukasi kita semua tentang bagaimana sesungguhnya regulasi pergudangan itu diterapkan secara profesional,” ujar Bupati perempuan pertama Sinjai tersebut.
Bupati Ratnawati mengakui bahwa melalui sosialisasi ini, dirinya mendapatkan pemahaman baru mengenai cakupan tugas Kementerian Perdagangan yang sangat komprehensif, mulai dari pengaturan stok di daerah hingga mekanisme ekspor.
“Terus terang, ini memberikan wawasan baru bagi kami bahwa Kementerian Perdagangan juga mengelola aspek pergudangan secara mendalam, termasuk potensi stok yang berasal dari provinsi hingga kabupaten. Ini adalah peluang besar bagi daerah,” tambahnya.
Baca Juga: Kasus Pelecehan Seksual di Kampus Jadi Sorotan, Pemprov Sulsel Perkuat Perlindungan Perempuan
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya pendampingan berkelanjutan dari pemerintah pusat kepada kabupaten/kota agar Sistem Resi Gudang ini dapat dipahami hingga ke tingkat akar rumput, khususnya bagi para petani, pelaku usaha, dan koperasi di Kabupaten Sinjai.
“Pemahaman ini tidak boleh berhenti di atas, harus sampai ke akar rumput di tingkat kabupaten. Sebagai pemerintah di daerah, kami berharap ke depan ada pendampingan intensif dari berbagai aspek agar potensi lokal kita bisa terkelola dengan sistem pergudangan yang baik,” jelasnya.
Baca Juga: Presiden Prabowo Salurkan 25 Sapi Kurban untuk Sulsel, Semua dari Peternak Lokal
Bupati berharap, implementasi SRG yang optimal akan menciptakan sinergi yang kuat antara pusat dan daerah. Hal ini selaras dengan visi dalam mewujudkan ketahanan pangan dan menjadikan kabupaten/kota sebagai motor penggerak ekspor nasional.
“Kita ingin memperkuat Indonesia yang berketahanan pangan dan ekonomi yang kuat. Semua itu harus dimulai dari bawah, di mana kabupaten/kota hadir sebagai penyuplai utama untuk kebutuhan ekspor ke depan. Sinergi inilah yang harus kita bangun bersama,” pungkasnya.
Acara ini turut dihadiri oleh jajaran manajemen PT KIMA (Persero), perwakilan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), Kementerian Perdagangan RI serta Kepala OPD terkait dari Pemerintah Kabupaten Sinjai.