Sulawesinetwork.com - Bupati Bulukumba Andi Muchtar Ali Yusuf melantik Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (Eselon II) hasil Seleksi Terbuka (Selter) yang berlangsung di Gedung Pinisi, Senin 6 April 2026 kemarin.
Dalam pelantikan tersebut, Andi Muchtar Ali Yusuf yang akrab disapa Andi Utta itu berharap agar pejabat yang dilantik menanamkan jiwa pengabdian yang tulus.
Selain itu, ia juga meminta agar para pejabat yang dilantik bisa menjaga integritas, memperkuat sinergi, serta terus menghadirkan inovasi dalam pelayanan publik.
Baca Juga: Lawan Percobaan Pemerkosaan di Bira, Mantan Ketua PMII Bulukumba Dilarikan ke Rumah Sakit
“Jabatan ini adalah amanah dan kepercayaan. Tunjukkan bahwa saudara adalah pilihan terbaik untuk mewujudkan Bulukumba yang lebih baik, lebih maju, dan lebih melayani,” ucap Andi Utta,
Diketahui, pejabat yang dilantik pada kesempatan tersebut yakni:
1. Andi Trismiati sebagai Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan;
2. Idham Khalid Patunru sebagai Kepala Dinas Perhubungan;
3. Supratman Jaya Atmaja sebagai Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP);
4. Andi Ashadi sebagai Kepala Satpol PP, Damkar, dan Penyelamatan; dan
5. Andi Mappatunru Asnur sebagai Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBPPPA).
Baca Juga: Gubernur Sulsel Teken PKS PSEL Rp3 Triliun, Atasi Sampah Regional Mamminasata
Andi Utta menyampaikan bahwa pelantikan yang dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulukumba merupakan bagian dari upaya menjaga ritme organisasi melalui pengisian jabatan.
“Pengisian pejabat ini untuk me-recharge semangat, daya juang, serta daya dukung OPD agar kinerjanya semakin maksimal, terlebih kita telah memasuki tahun anggaran 2026 yang penuh tantangan sekaligus peluang,” ungkapnya.
Baca Juga: Kursi Wakil Gubernur Sulbar Kosong, Demokrat-NasDem-PKS Usulkan Kandidat
Ia juga menegaskan bahwa seluruh pejabat yang dilantik merupakan hasil seleksi berbasis kompetensi, rekam jejak, integritas, serta kebutuhan organisasi, bukan karena kedekatan ataupun faktor politik.
Ia juga meminta para kepala OPD yang baru untuk bekerja secara profesional, membangun kerja tim yang solid, serta menghadirkan kinerja yang berdampak nyata bagi masyarakat.
“Indikator utama jabatan bukanlah atribut atau fasilitas, tetapi kinerja dan prestasi. Aparat pemerintah harus responsif dan proaktif, tidak menunggu persoalan menjadi besar atau viral baru bertindak,” tegasnya.