“Indikator makro Sulsel relatif sejalan dengan tren nasional yang membaik pasca-pandemi. Capaian ini harus dijaga karena ujung dari semua inovasi otonomi daerah adalah satu, yakni kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.
Baca Juga: Dekade Bersejarah PHINISI 2016: Siap Gelar Reuni Akbar 'Kita Berlayar Kembali' di Bulukumba
Cheka mengingatkan bahwa esensi otonomi daerah bukan sekadar pemberian kewenangan, melainkan instrumen untuk menciptakan keadilan distribusi pembangunan dan mendorong terobosan pelayanan publik.
Dengan perangkat daerah yang andal dan kreatif—seperti yang tengah dibentuk melalui Leadership Camp ini—diharapkan hubungan harmonis antara pusat dan daerah tetap terjaga dalam kerangka NKRI.(*)
Artikel Terkait
Pemprov Sulsel Perkuat Langkah Antisipatif Pengendalian Inflasi Jelang Ramadan 2026
Sekda Sulsel Pimpin HLM TPID dan TP2DD, Perkuat Koordinasi Jelang Ramadan–Idulfitri 2026
Cetak Dua Gol, Kepala BKN RI Prof Zudan Warnai Laga Persahabatan Pemprov Sulsel-BKN
Sekda Sulsel Apresiasi Pelantikan Pengurus APPI Masa Bakti 2026–2031, Perkuat Sinergi Pendidikan
Sulsel Resmi Launching MTQ VIII KORPRI Nasional 2026, Makassar dan Pangkep Jadi Tuan Rumah
Kado Peringatan 682 Tahun Sidrap, Gubernur Sulsel Serahkan Bantuan Keuangan Rp15 M hingga Alsintan
TPP ASN Sulsel Dapat Penyesuaian 20 Persen, Ini Alasan dan Pertimbangan Pemprov
Gubernur Sulsel dan Bupati Gowa Bahas Rencana Pembangunan Pedestrian di Ruas Strategis Makassar-Gowa
Nyaris Rampung! Gubernur Sulsel Pastikan Progres Jalan Impa-impa–Anabanua Wajo Capai 95 Persen
Perkuat Integritas dan Spiritual ASN, Pemprov Sulsel Resmi Buka Ramadhan Leadership Camp 2026