Sulawesinetwork.com – Pelaksanaan Ramadhan Leadership Camp Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) Tahun 2026 mendapat pengakuan tinggi di level nasional.
Direktur Jenderal Otonomi Daerah (Dirjen Otda) Kemendagri, Dr. Cheka Virgouwansyah, menilai inisiatif ini sebagai langkah konkret dalam menyelaraskan kebijakan daerah dengan visi Asta Cita pemerintah pusat.
Dalam pembekalannya di depan hampir 1.000 pejabat Pemprov Sulsel, Cheka menegaskan bahwa model penguatan kapasitas ASN yang menggabungkan aspek kepemimpinan dan momentum spiritual ini patut menjadi contoh bagi provinsi lain di Indonesia.
Baca Juga: Viral! Ribuan Warga Sumenep 'Booking' Tempat Tarawih Sejak Jam 2 Siang, Demi Amplop Zakat Rp300 Ribu
Menurut Cheka, mengumpulkan seluruh eselon dan pejabat strategis dalam satu forum komunikasi adalah strategi cerdas untuk memastikan tidak adanya sekat informasi dalam eksekusi kebijakan.
“Saya mengapresiasi Bapak Gubernur yang telah mengumpulkan hampir 1.000 pejabat dalam satu ruangan. Ini bisa menjadi tonggak bersejarah untuk perubahan Sulawesi Selatan yang lebih baik. Daerah lain tentu bisa mencontoh skema ini,” ujar Cheka di Makassar, Minggu (22/2/2026).
Ia menambahkan, sinergitas pusat dan daerah hanya bisa terwujud melalui dua hal yaitu kejelasan kebijakan dan komunikasi yang efektif.
Baca Juga: RCC Fest Vol. 4 Resmi Dibuka: Andi Utta Dorong Generasi Muda Bulukumba Kuasai Ekonomi Kreatif
Melalui Leadership Camp ini, arahan dari Jakarta dapat diterjemahkan secara presisi menjadi aksi nyata di pelosok Sulawesi Selatan.
Dalam forum tersebut, Dirjen Otda juga memaparkan hasil evaluasi kinerja urusan pemerintahan.
Sulawesi Selatan mencatatkan rapor hijau yang sangat menonjol, bahkan melampaui rata-rata nasional pada beberapa sektor krusial.
Pertama, urusan sosial dengan tercatat indeks tertinggi secara nasional dengan nilai sempurna 5,0.
Selanjutnya pendidikan dan kesehatan meraih skor sangat tinggi di angka 4,5 serta Trantibumlinmas mendapat nilai 4,8.