Mengutip dari keterangan pemilik akun, ia mengklaim bahwa sempat mendengar suara deru mesin pesawat.
“Pesawatnya kamu tidak lihat, tapi sudah kita dengar suara dari jauh. Kami kira cuma pesawat dari jauh, ternyata semakin dekat dan langsung meledak,” tulisnya dalam video baru yang diunggah pada Minggu, 18 Januari 2026.
Video pendaki tersebut juga menunjukkan api kecil yang belum padam dan mengaku hampir terkena serpihan badan pesawat.
Baca Juga: Ratusan Miliar untuk Pengadaan Alat Makan MBG, Tanggung Jawab BGN atau SPPG?
“Kami melihat langsung nyalanya di sekitaran puncak, hampir mengenai kami serpihannya dikarenakan angin kencang,” tambahnya.
Penemuan Ekor Pesawat oleh Tim SAR
Tim SAR yang diterjunkan untuk pencarian menemukan serpihan kecil berupa jendela pesawat sekitar pukul 08.50 WITA pada Minggu, 18 Januari 2026.
Pencarian kemudian dilanjutkan dengan menyisir area sekitar di puncak Gunung Bulusaraung untuk menemukan para korban.
Baca Juga: Ratusan Santri Nusantara Hadir di Bulukumba, Pemkab Sambut Program Indonesia Bahagiakan Santri
“Basarnas dan SAR gabungan saat ini sedang melaksanakan proses penyisiran area penemuan dan mencari para korban di sekitar lokasi,” ungkap pihak Basarnas.
Sebelumnya, beredar 11 orang berada di dalam pesawat tersebut yang memiliki perbedaan dengan manifest real, yakin 10 orang.
Hal tersebut dikonfirmasi oleh salah satu tim SAR, Joshua Banjarnahor melalui Instagram Story pada Minggu pagi, 18 Januari 2026.
“Jumlah manifest real: 10 orang,” tulisnya sambil mengunggah tangkapan layar percakapan dengan Capt. Sukardi di mana namanya manifest tapi tak ikut dalam penerbangan tersebut. (*)