Dalam kesempatan itu, Ia menekankan bahwa bantuan pemerintah yang telah disalurkan harus dimanfaatkan secara optimal dan adil. Kabupaten Barru, sambungnya telah mendapat dukungan besar dari pemerintah pusat berupa 11 brigade pangan senilai sekitar Rp43 miliar, program optimasi lahan sekitar Rp.9,3 miliat, 263 unit pompa air, serta puluhan unit traktor. Namun demikian, Wakil Bupati mengingatkan agar pengelolaan alat dan mesin pertanian tidak dimonopoli oleh segelintir pihak.
Menurutnya, alsintan ini merupakan aset negara yang harus dapat dimanfaatkan oleh masyarakat luas, termasuk petani yang berada di sekitar lokasi meski tidak tergabung dalam kelompok penerima.
Lebih lanjut, Wakil Bupati juga mengungkapkan hasil kerja keras Bupati Barru bersama dirinnya dalam melobi pemerintah pusat. Upaya tersebut telah membuahkan hasil, selain disektor pertanian juga proyek infrastruktur jalan di wilayah kecamatan Pujananting senilai Rp50 miliar.
Tak hanya itu, Wabup juga mengungkapkan tengah mendorong pengembangan komoditas perkebunan, khususnya kopi. Dalam waktu dekat, Dirinya akan menjajaki peluang kerja sama dengan pihak swasta untuk membuka peluang pasar bagi petani kopi di sejumlah kecamatan.
Selain itu, program perhutanan sosial juga akan dimaksimalkan dengan rencana pembukaan lahan hingga ribuan hektare yang berpotensi ditanami kopi.
“Kalau ini dimanfaatkan dengan baik, Barru ke depan bisa punya kopi unggulan sendiri,” ujarnya.
Baca Juga: DPRD Bulukumba Inventarisasi Masalah Pantai Panrang Luhu, Siapkan Rekomendasi Langkah Tegas
Di akhir sambutannya, Wakil Bupati mengajak seluruh kelompok tani untuk menjaga kebersamaan, saling membantu, dan tidak hanya berorientasi pada kelompoknya masing-masing. Ia juga menyampaikan salam hormat dari Bupati Barru yang berhalangan hadir karena kondisi kesehatan.
“Mari kita manfaatkan semua bantuan ini dengan sebaik-baiknya, untuk kesejahteraan petani dan kemajuan pertanian Barru,” tutupnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Barru, Ir. Ahmad, M.M., melaporkan bahwa bantuan TR4 kepada 10 kelompok tani merupakan bagian dari strategi percepatan swasembada pangan melalui peningkatan Luas Tambah Tanam (LTT). Bantuan disalurkan bertahap dengan target peningkatan indeks pertanaman hingga dua sampai tiga kali setahun.
Baca Juga: Eks Menag Yaqut Jadi Tersangka Kasus Korupsi Kouta Haji, Gus Alex Ikut Terseret
Ia juga menyampaikan bahwa capaian pertanian Kabupaten Barru menunjukkan tren positif. Berdasarkan data BPS, peningkatan produksi pertanian Barru mencapai 19,20 persen, melampaui rata-rata nasional sebesar 13,7 persen, dengan realisasi luas tanam sekitar 36.000 hektare dari target 31.086 hektare pada tahun 2025.(*)
Artikel Terkait
Bukan Hanya Siswa Sekolah, BGN Bakal Bagikan MBG ke Disabilitas-Anjal-Lansia
Wamenkes: Stunting Butuh Treatment Medis, Bukan Sekadar Makan Bergizi Gratis
Kedudukan Polri Tetap Berada di Bawah Presiden, Komisi II DPR Sepakat
Rekontruksi Ungkap Peran Istri Pelaku Penembakan Utto di Kajang, Ikut Pukul Korban
Tes Urine Digelar, Lapas Kelas Bulukumba Pastikan Pegawai dan Warga Binaan Bersih Narkotika
Bupati Bantaeng Dampingi Kapolda Sulsel Hadiri Panen Raya Jagung Serentak Kuartal I 2026
Bupati Bantaeng Lantik Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Lingkup Pemkab Bantaeng