Langkah ini dipandang sebagai strategi politik paling efektif untuk merespons manuver yang merugikan komunitas seni rupa Makassar.
"Tindakan kita harus menjadi aksi elegan—bukan dalam arti kompetitif, melainkan sebagai bentuk eksistensi kita sebagai seniman di Makassar," ungkap Andri Prakarsa, salah satu tokoh seniman. "Makassar Biennale tidak bisa dibiarkan diklaim sepihak oleh satu pihak."
Baca Juga: Dua Putra Anggota Polres Bulukumba Lulus Akmil, Kapolres Ucapkan Selamat
Dukungan penuh datang dari berbagai kalangan, termasuk para pendiri yayasan yang merasa dikesampingkan.
Ini menjadi langkah awal untuk menginformasikan publik, kementerian, dan jejaring seni nasional maupun internasional tentang situasi sebenarnya.
Para seniman menegaskan komitmen untuk mengembalikan Makassar Biennale ke marwah yang sesungguhnya sebagai wadah ekspresi dan apresiasi seni rupa yang bermakna bagi Makassar dan Indonesia.(*)
Artikel Terkait
DPD KNPI Kota Makassar Apresiasi Kegiatan International Marching Fest 2025 yang Diselenggarakan oleh Dispora
KNPI Kota Makassar Jalin Sinergi dengan BULOG Sulsel untuk Perkuat Ketahanan Pangan Masyarakat
Jelang HUT ke-52, DPD KNPI Makassar Gelar Turnamen Mini Soccer Meriah
Baso Muhammad Ikram : DPD KNPI Kota Makassar, Humanistic Leadership, dan Humanized Leadership
DPD KNPI Makassar Launching Website Terintegrasi Layanan Kepemudaan di HUT ke-52 KNPI
Semarak Milad IPM Makassar: AAS Community Berbagi Kebahagiaan dengan Anak Yatim
KNPI Makassar Apresiasi Appi-Alya Hadirkan Inovasi Teknologi Untuk Kesejahtraan Masyarakat
KPPU Makassar Awasi Gudang Bulog Bulukumba, Selidiki Beras Oplosan dan Kenaikan Harga
PB PMII Resmi Lantik Pengurus Cabang PMII Makassar di Bawah Kepemimpinan Arfiansyah
Seniman Makassar Desak Pengembalian Esensi Seni Rupa dan Audit Dana Publik Makassar Biennale