Sulawesinetwork - Partai Golkar disebut mencatat sejarah baru di Sulawesi Selatan (Sulsel) dengan tidak mengusung kadernya sendiri dalam Pemilihan Gubernur, Pilgub Sulsel 2024.
Langkah ini menjadi perhatian publik, terutama setelah pengamat politik dari Universitas Hasanuddin (Unhas), Ali Armunanto, memberikan pandangannya mengenai keputusan tersebut.
Ali Armunanto menilai bahwa keputusan Golkar untuk mendukung pasangan Andi Sudirman Sulaiman-Fatmawati Rusdi (ASS-Fatma) ketimbang kader potensial mereka sendiri merupakan langkah yang memiliki sisi positif dan negatif.
"Ini memang pertama kalinya Golkar tidak mengusung kader dan pertama kalinya mereka kalah di Pileg Sulsel," ujar Ali dikutip dari detikSulsel, Jumat, 9 Agustus 2024.
Menurut dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik ini, meski langkah ini bisa memicu gejolak internal di tubuh Golkar, terutama di kalangan pendukung Ilham Arief Sirajuddin (IAS), Adnan Purichta Ichsan, dan Indah Putri Indriani, namun langkah ini juga membuka peluang bagi Golkar untuk mengkonsolidasikan ulang kekuatannya.
"Pasti idealis Golkar akan merasa dilecehkan dengan keputusan ini, tapi ini juga bisa memberi kekuatan politik baru pascakekalahan Golkar di Pileg Sulsel," jelasnya.
Baca Juga: Dukungan PKS untuk Anies Baswedan dan Sohibul Iman Terancam Batal, Apa Sebabnya?
Lebih lanjut, Ali menyebutkan bahwa keputusan mendukung ASS-Fatma bisa menjadi strategi Golkar untuk memperkuat kembali posisinya di Sulsel.
"Kalau mereka berhasil Golkarkan Andi Sudirman, maka akan berpeluang merebut kembali dominasinya di Sulsel," tambahnya.
Sejarah mencatat bahwa Golkar selalu mengusung kadernya dalam Pilgub Sulsel, mulai dari Amin Syam di Pilgub 2007, Syahrul Yasin Limpo di Pilgub 2013, hingga Nurdin Halid di Pilgub 2018.
Baca Juga: Mengungkap Sisi Lain Audrey Davis, 5 Fakta Mengejutkan di Balik Kasus Video Syur Viral
Namun, keputusan kali ini berbeda, dengan Golkar memilih untuk mendukung figur dari luar partai di Pilgub Sulsel 2024.
Keputusan ini juga dianggap sebagai langkah yang realistis, mengingat Golkar tidak memiliki calon yang cukup potensial untuk bersaing di Pilgub Sulsel 2024.
Artikel Terkait
Kolaborasi Aspek Ekonomi dan Ekologi, Bupati Bulukumba Perkenalkan Program 1000 Rumpon
Mahasiswa KKN-MAs Kelompok 108 Gelar Seminar Program Kerja di Desa Paseban
Partai Golkar Umumkan Rekomendasi Bacagub-Bacawagub di 10 Daerah, Termasuk Pilgub Sulsel 2024
Golkar Umumkan Usungan di Pilgub Sulsel 2024, Bukan Indah dan Adnan
Empat Kader Golkar Tersisih di Pilgub Sulsel 2024, Siapa Mereka? Berikut Profil dan Karir Politiknya
2 Periode Pimpinan Daerah, Golkar Bergeming Usung 4 Kadernya di Pilgub Sulsel 2024
Demokrat Umumkan Rekomendasi Pilkada Untuk 6 Daerah di Sulsel, Ada Sinjai Hingga Toraja Utara
Mengungkap Sisi Lain Audrey Davis, 5 Fakta Mengejutkan di Balik Kasus Video Syur Viral
Dukungan PKS untuk Anies Baswedan dan Sohibul Iman Terancam Batal, Apa Sebabnya?
Sidang Praperadilan! Proses Penetapan Tersangka Hamsyah Ahmad Dipertanyakan, Kuasa Hukum Soroti Prosedur