"Dibikinkan surat pernyataan dan video pernyataan. Sebetulnya laporan tersebut belum dicabut, itu setahun yang lalu," jelas Anwar.
Ia mengaku memberikan kesempatan kedua dengan harapan sang istri berubah, namun takdir berkata lain.
Tim forensik RS Bhayangkara Setukpa yang dipimpin oleh Kombes Pol dr. Carles Siagian telah melakukan prosedur autopsi terhadap jenazah NS.
Hasil sementara menunjukkan adanya luka bakar yang tersebar di area kaki kiri, punggung, hingga wajah (bibir dan hidung).
Selain luka luar, tim medis menemukan adanya kelainan pada organ dalam korban.
Baca Juga: Wujudkan Hunian Sehat bagi Jurnalis, Promedia Group dan Alduro Gulirkan Program Ganti Atap Gratis
“Sudah dilakukan pemeriksaan dalam, jantung dan paru-paru NS mengalami pembengkakan. Kami juga melakukan pemeriksaan laboratorium ke Jakarta untuk mengetahui apakah ada zat-zat lain di dalam organ,” papar dr. Carles.
Meskipun ditemukan banyak luka bakar, tim forensik belum menyimpulkan penyebab pasti kematian karena secara medis luka luar tersebut seharusnya tidak langsung mematikan.
Polisi kini masih menunggu hasil uji toksikologi dan laboratorium organ untuk memastikan apakah ada faktor lain, seperti keracunan atau penyakit kronis yang dipicu oleh trauma.
Baca Juga: Tega! Pura-pura Beli Nasi Uduk, Pria di Bekasi Gasak Dompet Nenek Penjual Hingga Rugi Rp4 Juta
Pihak keluarga, terutama ayah korban, menyatakan dukungan penuh terhadap proses autopsi dan hukum guna mencari keadilan bagi NS.
Saat ini, kepolisian terus melakukan pendalaman terhadap ibu tiri korban guna memastikan motif dan kronologi lengkap di balik peristiwa tragis ini.(*)