AR dengan licik menyasar anak-anak yang dianggap melakukan pelanggaran lalu lintas sepele seperti berboncengan tiga, tidak memakai helm, atau tidak membawa surat-surat kendaraan.
Modusnya pun beragam, mulai dari menyuruh korban push-up, membawa mereka berkeliling tanpa tujuan, hingga akhirnya merampas ponsel berharga milik para pelajar malang tersebut.
"Pelaku mengaku telah melakukan aksi serupa di sejumlah wilayah lain yang berada dalam wilayah hukum Polres Bulukumba," tambah AKP Marala, menunjukkan bahwa AR adalah seorang residivis dalam kasus penipuan dengan modus serupa.
Baca Juga: GEMILANG! Petenis Muda Bulukumba Ukir Prestasi di Kejurnas Tenis Yunior Makassar
AKP Marala dengan tegas menyatakan bahwa AR bukanlah anggota kepolisian, baik dari Polres Bulukumba maupun instansi kepolisian lainnya. Hingga saat ini, pihak kepolisian telah menerima lima laporan dari korban yang berbeda dengan modus dan pola penipuan yang nyaris identik.
"Penyidik saat ini tengah melakukan pengembangan kasus secara mendalam dan tidak menutup kemungkinan adanya korban-korban lain yang belum melapor. Proses pendalaman juga terus dilakukan untuk mengungkap motif sebenarnya dari tindakan pelaku yang sangat meresahkan ini," pungkas AKP Marala, mengindikasikan bahwa polisi akan mengusut tuntas jaringan kejahatan AR jika ada.
Kapolres Bulukumba, AKBP Restu Wijayanto, mengimbau seluruh masyarakat, terutama para orang tua, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap oknum-oknum yang mengaku sebagai aparat penegak hukum, terutama jika mereka tidak menunjukkan identitas resmi dan tidak mengenakan seragam dinas yang sah.
“Kami meminta masyarakat untuk tidak ragu segera melapor jika menemukan kejadian serupa atau mencurigakan. Siapa pun yang merasa menjadi korban penipuan dengan modus yang dilakukan pelaku ini, kami imbau untuk segera melapor ke kantor polisi terdekat demi kepentingan proses hukum dan pengembangan kasus ini lebih lanjut,” tegas Kapolres, menyerukan partisipasi aktif masyarakat dalam memberantas segala bentuk kejahatan.(*)
Artikel Terkait
Tangis Pilu di Bima: Demam Berujung Petaka, Tangan Mungil Aruni Harus Direnggut Amputasi
Drama Tengah Malam di Cibinong: Atalarik Syach Hampir Gadai Mobil Demi Selamatkan Istana dari Buldoser! Terungkap Fakta Sengketa Tanah
Terjaring Operasi Jelang Haji: Dua WNI Diduga Terlibat Jaringan Haji Ilegal di Makkah
Badai Ekstrem Hantam Asia: US$20 Miliar Kerugian Menguap, Asuransi Tak Berdaya?
Palu Keadilan Berkumandang! Formasi Cella, Tantri, Chua Resmi Diakui Sebagai KOTAK
Grup Facebook 'Fantasi Sedarah' Bikin Geram DPR: Polisi Diminta Sikat Habis Pelaku Inses Online!
Detik-Detik Mengerikan Live TikTok Berujung Maut: Content Creator Cantik Meksiko Ditembak Sambil Peluk Boneka
Masuk KEN, Festival Pinisi 2025 Siap Digelar 11-13 September di Bulukumba