Dalam video tersebut, terlihat tangan dokter menyentuh bagian dada pasien, yang kemudian memicu dugaan kuat terjadinya pelecehan seksual.
Desakan Gubernur Dedi Mulyadi ini menambah tekanan pada IDI untuk segera melakukan investigasi mendalam dan mengambil tindakan yang sesuai jika dugaan tersebut terbukti benar.
Publik pun menanti respons cepat dan konkret dari organisasi profesi dokter tersebut demi menjaga kepercayaan masyarakat terhadap tenaga medis dan memberikan keadilan bagi korban.(*)
Artikel Terkait
Kasus Dokter Residensi Bius RSHS: Polisi Ungkap Dua Korban Baru dengan Modus Serupa, Kemungkinan Korban Lain Mengintai
Skandal di Balik Dinding Rumah Sakit: IDI Geram dan Siapkan Sanksi Pemecatan Dokter Residensi Terduga Pemerkosa Keluarga Pasien RSHS Bandung!
Alarm Keamanan Rumah Sakit Berbunyi! Ketum IDI Pertanyakan Pengawasan Lemah di Balik Kasus Dokter Residensi Pemerkosa 3 Keluarga Pasien RSHS Bandung
Dokter Residensi di RSHS Bandung Diduga Lakukan Pemerkosaan: IDI Geram, Sumpah Profesi Tercoreng!
Menkes: Bagaimana Dokter Residensi Bisa Mudah Akses Obat Bius untuk Pemerkosaan? Ada Celah Pengawasan!
Kementerian PPPA Ungkap Fakta Mengejutkan di TKP Pemerkosaan oleh Dokter Residensi RSHS Bandung: Ruangan Lantai 7 Ternyata Belum Beroperasi
Wamen PPPA Geram: Tuntut Hukuman Maksimal untuk Dokter Residensi Pemerkosa Keluarga Pasien di RSHS Bandung Demi Efek Jera!
Geger! Dokter Kandungan di Garut Diduga Lakukan Pelecehan Seksual Saat USG, Bukti CCTV Beredar
Makin Mengerikan! Dokter Kandungan Garut Diduga Gaet Korban dengan Iming-iming USG 4D Gratis
TERUNGKAP! Dokter Kandungan Garut yang Viral Ternyata 'Pemain Lama', Dinkes Akui Terima Laporan Serupa Tahun Lalu