Zulhelmi juga mengingatkan bahwa lambannya tindakan KPK hanya akan menimbulkan kekecewaan di masyarakat.
"Jangan biarkan masyarakat semakin kehilangan kepercayaan. Bukti sudah cukup, proses hukum harus berjalan secara transparan dan akuntabel," tandasnya.
Baca Juga: Menjelang Ramadan 2025: Panduan Lengkap Ibadah, Tradisi, dan Kuliner Khas
Dugaan skandal ini pertama kali mencuat setelah mantan staf ahli anggota DPD dapil Sulawesi Tengah, Muhammad Fithrat Ilham, melaporkan adanya indikasi bagi-bagi uang dalam pemilihan Ketua DPD.
Dalam laporannya, ia mengaku diperintahkan oleh mantan atasannya untuk menukarkan uang sebesar 13 ribu dolar Amerika lebih dari Rp200 juta di salah satu bank. (*)
Artikel Terkait
Ramadan 1446 Hijriah di Era Digital: Tren Ngabuburit dan Ibadah Online yang Semakin Populer
Prabowo Beberkan Proyeksi Goldman Sachs, Indonesia Negara dengan Ekonomi Terbesar ke-4 Dunia
Presiden Prabowo: Wujudkan Pemerintah Bebas Korupsi adalah Sebuah Kesempatan
Bocoran Spesifikasi Nokia Eve Max 5G: Kamera 108MP, Layar AMOLED, dan Chipset Snapdragon Kelas Atas
Prabowo Soal Hubungan dengan SBY dan Jokowi: Saya Minta Masukan dari yang Berpengalaman
Kisah Unik Tradisi Ramadan dari Berbagai Negara, Ada yang Berbuka dengan Garam!
Curhat Pedagang Es Krim di Karawang Soal Pertamax Oplosan di Kasus Dugaan Korupsi Pertamina: Dampaknya Nyata
Skandal Dugaan Pertamax Oplosan Tuai Sorotan, Begini Desakan dari BPKN RI hingga Curahan Hati Pedagang Kecil