entertainment

Arie Kriting 'Sentil' Alumni LPDP hingga Tangisi Siswa SMP di Maluku: Jangan Mudah Berkhianat pada Indonesia!

Minggu, 22 Februari 2026 | 14:48 WIB
Arie Kriting soroti pernyataan awardee LPDP yang tidak ingin anaknya jadi WNI (Foto: Gorajuara/ Tangkap layar Instagram @arie_kriting)

Sulawesinetwork.com – Pekan ini, publik tanah air disuguhi dua peristiwa kontras yang memicu perdebatan sengit mengenai nasionalisme dan kemanusiaan.

Mulai dari viralnya alumni beasiswa LPDP yang enggan anaknya menjadi WNI, hingga tragedi tewasnya siswa SMP di Maluku akibat dugaan penganiayaan oleh oknum aparat.

Kondisi ini memancing reaksi keras dari komika senior, Arie Kriting.

Baca Juga: Persatuan Jadi Kunci! Didampingi Gubernur Sulsel, Wamenhan Gembleng Nasionalisme ASN di Ramadan Leadership Camp

Melalui unggahan emosional di akun Instagram pribadinya pada Minggu (22/2/2026), Arie mencurahkan kegelisahannya melihat dinamika yang menimpa anak bangsa.

Arie mengaku rasa nasionalismenya terusik saat melihat konten video bertajuk "Cukup Aku WNI, Anak Jangan" yang diunggah oleh DS, seorang alumni penerima beasiswa negara.

Arie menilai tindakan tersebut sangat tidak etis mengingat DS menempuh pendidikan menggunakan pajak rakyat.

Baca Juga: Menggetarkan Hati! Pengamen Biola di Menteng Tampil Layaknya Musisi Orkestra, Pengendara: Merinding, Pengen Nangis

"Seorang penerima beasiswa yang hidup dari uang pajak kita, merendahkan negara ini. Begitu katanya, membuat saya kesal juga," tulis Arie.

Ia pun memberikan pesan menohok bagi siapa pun yang ingin berpaling dari Indonesia hanya karena banyaknya persoalan di dalam negeri.

“Hanya karena di negara ini banyak masalah, bukan berarti boleh semudah itu berkhianat. Anakku tidak apa-apa terus menjadi WNI, kudoakan semoga dia bisa membawa bangsa ini kepada masa yang lebih baik,” tegas komedian asal Kendari tersebut.

Baca Juga: Sejuk! 21 Tahun di Jepang dan Raih Beasiswa Penuh, Wanita Ini Tetap Bangga Paspor Indonesia: Jangan Lelah Mencintai RI

Namun, di saat Arie membela kehormatan bangsa, ia justru dihadapkan pada kenyataan pahit mengenai kematian seorang pelajar berusia 14 tahun di Maluku.

Siswa berinisial MS itu tewas diduga setelah dianiaya oleh oknum anggota Brimob menggunakan helm.

Halaman:

Tags

Terkini