viral

Kreativitas Tanpa Batas! Kakek di Malang Rakit 'Robot' Pengaduk Nasi Goreng Usai Alami Patah Tulang, Warganet Salut

Rabu, 25 Februari 2026 | 15:35 WIB
Viral Kakek Penjual Nasgor di Malang yang Racik Masakannya Pakai Robot, Alasannya Bikin Salut Warganet. (Foto: Instagram @lempardadu.id )

Sulawesinetwork.com – Kisah inspiratif datang dari sudut Kota Malang, Jawa Timur. Seorang kakek penjual nasi goreng mendadak viral di media sosial setelah menunjukkan cara uniknya dalam bertahan hidup.

Bukan sekadar mengikuti tren teknologi, kakek ini menciptakan "robot" pengaduk nasi goreng demi mensiasati keterbatasan fisik yang dialaminya.

Keunikan ini pun dijuluki netizen sebagai "Nasi Goreng Robot". Video perjuangannya yang diunggah oleh akun Instagram @lempardadu.id pada Rabu (25/2/2026) telah menyentuh hati ribuan orang.

Baca Juga: Penyidikan Dihentikan! Kejati Jatim Lepas Guru Honorer Probolinggo yang Jadi Tersangka Akibat Gaji 'Dobel'

Dalam cuplikan video tersebut, sang kakek yang berjualan di kawasan Kedungkandang ini terlihat ramah menyapa pelanggan sambil menunjukkan mesin pengaduk otomatis miliknya.

Mesin sederhana namun efektif tersebut terhubung pada wajan penggorengan yang berputar secara konsisten, memastikan bumbu merata tanpa perlu tenaga tangan yang besar.

“Ini mesinnya bikin sendiri,” ungkap sang kakek dengan nada rendah hati.

Baca Juga: Miris! Puluhan Tahun Jalan di Way Kanan Lampung Rusak Parah, Warga: Anak Sekolah Jatuh Sampai Pulang Lagi

Mesin ini berfungsi sebagai tangan tambahan yang membantunya mengaduk nasi dalam jumlah banyak, sebuah pekerjaan yang sebelumnya terasa sangat berat karena kondisi fisiknya.

Di balik inovasi "Nasi Goreng Robot" ini, tersimpan cerita pilu. Sang kakek menceritakan bahwa dirinya sempat mengalami kecelakaan sepeda motor yang mengakibatkan tangan kirinya patah tulang.

Cedera permanen tersebut membuatnya kesulitan memegang peralatan masak dengan benar.

Baca Juga: Tegas! Sidang Etik 14 Jam Putuskan Bripda MS Dipecat Tidak Hormat Usai Helm Taktikalnya Tewaskan Pelajar di Tual

"Tangan saya sebelah kiri ini patah, jadi tidak bisa memegang dengan benar. Jatuh dari sepeda motor, sudah 3 tahun pakai mesin ini kalau usahanya sudah mulai tahun 2016," terangnya.

Bukannya menyerah dan menutup usahanya, keterbatasan tersebut justru memicu kreativitasnya untuk merakit alat bantu agar dapur tetap bisa mengepul.

Halaman:

Tags

Terkini