Tri menyayangkan lemahnya kontrol kualitas (quality control) di dapur umum, mengingat ukuran kotoran yang menempel sangat mencolok.
“Semoga ini jadi pelajaran untuk lebih teliti. Ini kotoran ayam banyak bakteri. Masa dari semua sektor pekerja tidak kelihatan kotoran ayam segitu besarnya? Semoga ke depannya lebih profesional,” tulisnya.
Tri mengaku masih menyimpan telur tersebut sebagai barang bukti jika sewaktu-waktu pihak berwenang melakukan verifikasi lapangan.
Hingga kini, warganet terus mendesak agar pelaksanaan program MBG dievaluasi secara menyeluruh agar cita-cita mencetak generasi sehat tidak terhambat oleh masalah teknis kebersihan.(*)