viral

Misteri Kerumunan Serba Putih di Puncak Lawu: Antara Doa, Ritual, dan Bulu Kuduk Merinding!

Senin, 14 Juli 2025 | 18:00 WIB
Tangkapan layar video viral kerumunan orang-orang berpakaian serba putih di Puncak Gunung Lawu. (TikTok.com / @nangdprtma - @adityaaidrt)

Saat ia tiba di puncak, rombongan putih itu sudah lebih dulu bersiap di sekitar tugu.

"Awal lihat agak merinding tapi aman. Dan pengalaman yang nggak bakal terlupakan di Lawu," tulis Danang, menggambarkan sensasi percampuran antara ketakjuban dan sedikit ketegangan.

Baca Juga: Gebrakan Barru: Luncurkan Gerakan 'Hari Pertama Sekolah Bersama Ayah' untuk Perkuat Peran Ayah dalam Pendidikan!

Lebih lanjut, Danang merinci, rombongan tersebut tampak serius melantunkan doa-doa, melafalkan tahlil, dan juga melafalkan doa-doa khas tradisi kejawen.

Puncaknya, mereka melaksanakan salat Jumat berjamaah di sana, yang baru rampung sekitar pukul 12.30 WIB.

"Awal datang ke puncak lawu sekitar 09.30 WIB dan rombongan baju putih sudah bersiap di Tugu Gunung Lawu seperti membaca tahlilan, doa-doa kejawen dan terakhir melaksanakan sholat jumat dan selesai sekitar 12.30 WIB," terang Danang, memberikan gambaran yang cukup jelas tentang aktivitas mereka.

Baca Juga: Nokia Z2 Ultra vs Pesaing Utama 2025: Duel Spesifikasi, Performa, dan Fitur Inovatif di Pasar Smartphone Premium

Versi kedua datang dari sudut pandang berbeda, dari pendaki lain bernama Aditya dengan akun TikTok @adtyaaidrt.

Aditya juga berada di puncak pada hari yang sama dan merekam momen serupa.

Video Aditya, yang telah dilihat 1,8 juta kali, memperlihatkan rombongan berpakaian putih itu berjalan mengelilingi Tugu Hargo Dumilah.

Baca Juga: BKN Hadirkan ASN Digital: Transformasi Layanan Kepegawaian untuk 5,2 Juta Aparatur Indonesia!

Gerakan mereka terlihat begitu teratur, penuh kekhusyukan, seolah sedang melakukan sebuah prosesi sakral yang telah diatur sedemikian rupa.

"Kejadian di puncak Lawu hari Jumat kemarin, dari jam 10.00 WIB sampai sekitar jam 12.30 WIB, sepertinya sedang melakukan ritual karena masih dalam bulan Suro," ungkap Aditya dalam unggahannya.

Penjelasan Aditya tentang Bulan Suro memang relevan. Bulan pertama dalam penanggalan Jawa ini sangat lekat dengan kegiatan spiritual dan tradisi.

Baca Juga: Dampak Perundungan pada SA, Putri Ahmad Dhani: Psikolog Ungkap Kondisi Murung & Cara Dhani Mendampingi

Halaman:

Tags

Terkini