Sebelum isu peretasan ini mencuat ke permukaan, terdapat sejumlah warganet yang mengeluhkan soal kasus penipuan yang dialaminya kepada akun resmi JNE di laman X.
“Tolong kalau memang ini benar mohon konfirmasinya, telepon saya melalui nomor resmi JNE. Jika ini penipuan saya minta pertanggung jawaban kepada data saya bisa bocor @JNECare,” ujar warganet melalui akun @ngopimasszeh.
“Halo min, data kita pelanggan kok bisa sampai bocor ke penipu, nelepon pura-pura jadi kurir katanya barang saya hilang, mana benar semua data-datanya, padahal itu saya pesan dari marketplace orange, berarti ada indikasi ini orang dalam pegawai JNE sendiri,” ungkap warganet dengan akun @justIluvb.
Baca Juga: Tok, 30% Dana Desa Jadi Jaminan Terakhir Koperasi Merah Putih, Begini Mekanisme Pengajuan Pinjaman
Hingga berita ini diturunkan, pihak JNE belum memberikan pernyataan resmi terkait dugaan kebocoran data ini. Belum ada pula informasi apakah kasus ini sudah dilaporkan ke pihak berwenang.
Kendati demikian, kebocoran data dalam skala besar seperti ini berpotensi menimbulkan risiko serius bagi masyarakat. Pasalnya, data pribadi yang bocor bisa digunakan untuk penipuan, pencurian identitas, hingga serangan phishing. (*)
Artikel Terkait
Susu Nabati Meledak! Dari Gaya Hidup Sehat Jadi Mesin Cuan Miliaran
Redistribusi Tanah di Desa Balangpesoang Bulukumba, Bupati Andi Utta Syaratkan Ini
Sambut HUT RI ke-80, Pemkab Sinjai Gelar Anjangsana ke Warga Membutuhkan
Jufri Rahman Apresiasi BI Fasilitasi Sulsel Talk Perkuat Ekonomi di Tengah Ketidakpastian Global
Pemkab Barru dan PT Semen Tonasa Bangun Kolaborasi Matangkan Rencana Pengembangan Garongkong
Soal Kepemilikan Tanah, Nusron Wahib Sebut Negara Mengatur Hukum antara Rakyat dan Tanahnya
Lautan Merah Putih di Barru: Bupati Andi Ina Pimpin Senam Massal Sambut HUT RI ke-80