Hal ini disebabkan oleh kebijakan anti-komunis pemerintah yang melihat kebudayaan China sebagai ancaman ideologi Pancasila.
Akibatnya, masyarakat Tionghoa harus merayakan Imlek secara diam-diam tanpa adanya hari libur khusus.
Baca Juga: Media Korsel Sindir PSSI Usai STY Diantar Fans Garuda ke Bandara Sotta: Tega Sekali Sampai Akhir
Namun, diskriminasi ini mulai dihapus setelah runtuhnya Orde Baru.
Presiden B.J. Habibie dan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) mencabut larangan tersebut, sehingga masyarakat Tionghoa kembali bebas mengekspresikan kebudayaannya, termasuk perayaan Imlek.
Meski demikian, jejak diskriminasi yang terjadi selama puluhan tahun masih meninggalkan bekas di masyarakat. (*)
Artikel Terkait
Squid Game 3 Jadi Final Series, Sutradara Ungkap Terbuka dengan Ide Spin-off
Sutradara Extreme Job Pergi, Drakor Baru Kim Woo-bin dan Suzy Dilanjutkan Sutradara The Glory
Survei Indikator: Mayoritas Warga Puas dan Dukung Makan Bergizi Gratis
Ucapan Selamat Tinggal yang Hangat dari Fans Garuda ke STY Jadi Sorotan Media Korsel
Ini 5 Beasiswa Kuliah 2025 untuk Kuliah Dalam dan Luar Negeri, Ada KIP dan Baznas
Pilih Nokia Eve Max 5G atau Nokia XR25 5G, Perbandingan Performa Spesifikasi dan Kamera
Anggota DPRD Bulukumba Diduga Jadi Korban Penipuan Showroom, Mobil Dijual Uang Tak Diserahkan