Beberapa fasilitas telah dibangun untuk menunjang kegiatan wisata, seperti rumah flotasi yang digunakan sebagai tempat menginap dan bersantap bagi para turis.
Tentunya, Danau Tempe adalah salah satu destinasi wisata alam yang menarik untuk dikunjungi di Sulawesi Selatan.
Selain itu, Danau Tempe diketahui memiliki beberapa hal unik yang bisa ditemukan saat berkunjung ke danau ini.
Selain keunikan atas perubahan luas danau yang terjadi akibat fenomena pasang surut air.
Pada musim hujan, luas danau bisa mencapai sekitar 35.000 hektar, sedangkan pada musim kemarau bisa menyusut menjadi sekitar 13.000 hektar.
Masyarakat sekitar Danau Tempe umumnya adalah nelayan dan petani yang hidup berdampingan dengan alam.
Beberapa masyarakat juga tinggal di rumah panggung di atas air yang disebut "lanting" untuk menyesuaikan dengan perubahan air pasang surut.
Pada setiap bulan Agustus atau September, masyarakat Wajo yang tinggal di sekitar Danau Tempe mengadakan upacara adat yang dikenal sebagai Bakar Tongkang.
Upacara ini melibatkan perahu-perahu yang dihiasi dengan aneka lampu dan diiringi oleh musik tradisional.
Upacara ini bertujuan untuk memohon keselamatan dan kelimpahan hasil tangkapan ikan kepada Tuhan.(*)
Artikel Terkait
Asal Nama Kabupaten Wajo Kota Sutera di Sulawesi Selatan yang Terbentuk Dari 'Bayangan'
Berikut Ini Daftar Formasi, Syarat dan Cara Daftar PPPK Kabupaten Wajo 2023
Masuk Wilayah Pemekaran Provinsi Bugis Timur, Kabupaten Wajo Adalah Penghasil Semangka Terbesar di Sulsel
Wajo Jadi Daerah Penghasil Semangka Terbesar di Sulsel, Ternyata Ini Sejarah Buah Identik Bendera Palestina
Bukan Hanya Penghasil Semangka Terbesar di Sulsel, Wajo Juga Punya Potensi Unggulan Ini