pendidikan

Bupati Andi Utta Ajak Wujudkan Sekolah Aman, Ramah Anak dan Bebas Perundungan di Hari Pertama Tahun Ajaran Baru

Senin, 13 Juli 2026 | 15:47 WIB
Bupati Bulukumba Andi Muchtar Ali Yusuf pimpin upacara hari pertama sekolah di SMAN 1 Bulukumba.

Sulawesinetwork.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulukumba mengawali Tahun Ajaran 2026/2027 dengan menggelar seremoni Hari Pertama Masuk Sekolah di seluruh satuan pendidikan, Senin 13 Juli 2026.

Pada momentum tersebut, Bupati Bulukumba, Andi Muchtar Ali Yusuf, menyampaikan amanat seragam yang dibacakan di seluruh sekolah sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan ramah anak.

Sebanyak 295 sekolah melakukan seromoni hari pertama masuk sekolah. Setiap sekolah dihadiri oleh pejabat mewakili pemerintah daerah sekaligus membacakan amanat seragam Bupati Bulukumba.

Baca Juga: 230 Murid Baru Sekolah Rakyat Terintegrasi Sinjai Mulai MPLS, Siap Jalani Kehidupan Berasrama

Bupati Andi Muchtar Ali Yusuf sendiri memimpin upacara bendera di SMA Negeri 1 Bulukumba, sementara Wakil Bupati Andi Edy Manaf di SMA Negeri 8 Bulukumba.

Dalam amanatnya, Bupati menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh peserta didik yang kembali memasuki bangku sekolah, baik siswa baru maupun siswa yang naik ke jenjang berikutnya.

Ia mengajak seluruh pelajar untuk menjadikan hari pertama sekolah sebagai awal membangun semangat belajar, karakter, dan disiplin.

Baca Juga: Iuran BPJS Kesehatan Berpotensi Naik pada 2026, Menkes: Peserta Miskin Tetap Ditanggung Pemerintah

“Sekolah tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu pengetahuan, tetapi juga harus menjadi rumah kedua yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi setiap anak,” ujar Andi Utta sapaan akrab Bupati dalam amanatnya saat memimpin upacara bendera di halaman SMA Negeri 1 Bulukumba.

Bupati Andi Utta memberikan perhatian khusus terhadap maraknya kasus perundungan (bullying) dan kekerasan seksual, baik yang terjadi di lingkungan sekolah maupun melalui media sosial.

Menurutnya, berbagai bentuk kekerasan, baik fisik, verbal maupun digital, dapat memberikan dampak serius terhadap tumbuh kembang anak, mulai dari trauma, rendah diri, penurunan prestasi belajar hingga putus sekolah.

Baca Juga: UU Pemilu dan Pilkada Digugat ke MK, Minta Kuota Minimal 30 Persen Perempuan di Penyelenggara Pemilu

Karena itu, Pemerintah Kabupaten Bulukumba menegaskan kebijakan zero tolerance terhadap segala bentuk kekerasan di lingkungan pendidikan.

Bupati mengajak seluruh guru, tenaga kependidikan, orang tua, dan masyarakat untuk bersama-sama mengawasi serta melindungi anak-anak dari segala bentuk kekerasan.

Halaman:

Tags

Terkini