Justin menambahkan, kerja sama semacam ini sudah dilakukan melalui skema PPDB Bersama, yang melibatkan 406 sekolah swasta untuk menampung 8.426 siswa pada 2024.
Baca Juga: Totalitas Demi Peran di Film Dark Nuns, Song Hye-kyo 6 Bulan Belajar Merokok
Tantangan Implementasi dan Penyesuaian KJP Plus
Meskipun sudah ada kesepahaman, beberapa hal teknis masih perlu dibahas, seperti daya tampung sekolah swasta, penyetaraan infrastruktur dengan sekolah negeri, dan mekanisme penyaluran KJP Plus.
Untuk mendukung program ini, KJP Plus akan disesuaikan.
Salah satu perubahan adalah mekanisme penyaluran bantuan yang direncanakan beralih dari tunai ke nontunai guna mencegah penyalahgunaan.
Baca Juga: 3 Korban Tewas Kebakaran Glodok Plaza Berhasil Diidentifikasi, 2 Pramugari dan 1 Pegawai BUMN
KJP Plus sendiri merupakan program strategis untuk membantu anak usia 6-21 tahun dari keluarga kurang mampu agar dapat menyelesaikan pendidikan wajib belajar 12 tahun.
Dana bantuan ini digunakan untuk berbagai keperluan, seperti uang saku, perlengkapan sekolah, hingga alat bantu pendidikan bagi siswa berkebutuhan khusus.
Dengan adanya program sekolah swasta gratis ini, diharapkan kesenjangan kualitas pendidikan dapat berkurang, dan anak-anak Jakarta dari berbagai latar belakang ekonomi bisa mendapatkan akses pendidikan yang merata. (*)
Artikel Terkait
Catat 7 PTN Buka Jurusan Kedokteran Jalur OSIS, Tanpa Tes!
Siapkan Kelengkapan Ini Saat Daftar KIP Kuliah 2025 Agar Bisa Diterima
Sejumlah Murid SD 171 Loka Bulukumba Dikabarkan Sakit Perut Usai Konsumsi MBG, Diduga Telurnya Basi
Rumah Tahfidz Darul Quran Desa Tritiro Resmi Berdiri, Harapan Baru untuk Generasi Qurani Kecamatan Bontotiro
Siswa SD 171 Loka Bulukumba Sakit Perut Usai Konsumsi MBG, Dinkes: Karena Anak Tersugesti Muntah
Ada 2 BLT Tahun 2025 Akan Dicairkan Pemerintah untuk Masyarakat, Simak Jenis Bansosnya
Nokia Turbo 5G Bakal Hadir Dilengkapi Snapdragon 8 Gen 3, Bakal Jadi Pesaing N7 Max 5G