Pada tahun 1994, sebutan SMP berubah menjadi Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) dan diubah kembali menjadi SMP pada tahun 2003 lalu.
Sekolah Menengah Atas (SMA)
Pada masa penjajahan Belanda, ada HBS yang serupa penggabungan sekolah SMP dan SMA dalam satu paket.
Kala itu, HBS hanya boleh dimasuki oleh orang Belanda, Eropa, atau elit pribumi. Selain HBS, di jenjang SMA, Indonesia juga memiliki Algemeene Middelbare School (AMS) yang masa belajarnya selama tiga tahun.
Sekolah menengah atas ini juga hanya ada di sejumlah ibu kota provinsi, seperti Medan, Bandung, Semarang, Surabaya, dan Makassar.
Kemudian pada masa penjajahan Jepang di tahun 1942 lalu, nama AMS diganti dengan Sekolah Menengah Tinggi (SMT).
Setelah kemerdekaan pada tahun 1946, SMT berubah nama menjadi Sekolah Menengah Oemoem Atas (SMOA) dengan menggunakan ejaan lama.
Pada tahun 1950, SMOA diubah menjadi Sekolah Menengah Atas (SMA) yang terdiri dari tiga yakni SMA Bahasa, SMA Ilmu Pasti dan Ilmu Alam, dan SMA Ilmu Sosial.(*)
Artikel Terkait
Pemprov Sulsel Replikasi Program Seragam Sekolah Gratis Pemkab Bantaeng, Dianggap Bisa Tekan Kemiskinan Ekstreem
Kodim 1410 Bantaeng Bagikan Makanan Bergizi dan Seragam Sekolah di Hasanuddin Peduli Anak
Jika 02 IAKAN Menang, Program Seragam Sekolah Gratis di Bantaeng Bakal Dilanjutkan Kembali
Seputar ‘Grooming’ di Lingkungan Sekolah, Ini Alasan Orang Tua Wajib Waspada
Program JADIMI Seragam Gratis bagi Anak Sekolah Disambut Baik Warga Bulukumba
Bulukumba Kembali Raih Prestasi Nasional, 11 Sekolah Terima Adiwiyata
Paslon 02 IAKAN Komitmen Bangun SDM Bantaeng, Seragam Sekolah Gratis Ditingkatkan hingga SMA Plus Beasiswa Kuliah
Kampanye Ilham Azikin Sebut Point Penegasan Presiden RI, Salah Satunya Tentang Seragam Sekolah
Tidak Ingin Ada Anak Putus Sekolah, IAKAN Dorong Perlengkapan Sekolah Gratis Hingga SMA
JADIMI Seragam Sekolah Gratis Dijahit di Bulukumba, Pemberdayaan dan Peningkatan Ekonomi yang Utama