“Standarisasi arsitektur, integrasi sistem, serta pengelolaan data pelanggan secara terpadu memungkinkan sinergi lintas entitas berjalan lebih efektif sekaligus meningkatkan kualitas pengalaman nasabah di setiap titik layanan,” kata Dhinda.
Selain berdampak pada kinerja layanan, ekosistem digital ini juga memperkuat literasi dan inklusi keuangan melalui pendekatan omni-channel serta kampanye komunikasi terpadu.
Baca Juga: Berikan Pelayanan Kesehatan Terbaik untuk Masyarakat, Pemkab Bantaeng Raih UHC Award
Model integrasi layanan dinilai menjadi salah satu pengungkit dalam membangun kepercayaan publik terhadap layanan keuangan yang modern, terintegrasi, dan berorientasi pada kebutuhan pelanggan.
Ke depan, IFG akan memperluas kapabilitas One by IFG melalui penguatan integrasi data, pengembangan fitur berbasis kebutuhan pengguna, serta perluasan kolaborasi lintas ekosistem untuk mendukung pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan. (*)
Artikel Terkait
Luwu Raya Kebagian Anggaran Jumbo di APBD Sulsel 2025
Pembangunan Sekolah Rakyat Sinjai Capai 10 Persen, Bupati Ratnawati Target Rampung Juli 2026
KPA Sinjai Gelar Skrining HIV Gratis bagi Nelayan, Wabup Tekankan Pentingnya Pencegahan dan Hapus Stigma
Gunya Paramasukhaputri Lantik 16 Ketua TP PKK Kecamatan dan Kelurahan se-Kabupaten Bantaeng
Pemkab Sinjai Jajaki Teknologi Hidrotermal untuk Pengelolaan Sampah Berkelanjutan
Pemprov Sulsel Pacu Penanganan Tujuh Ruas Jalan Strategis di Luwu Raya
Pemkab Sinjai dan Bapas Watampone Jalin Kerja Sama Implementasi Pidana Kerja Sosial