“Beliau itu kecewa berat, karena selama ini dikenal bersih, bekerja dengan integritas. Tapi kemudian malah disamakan dengan sosok lain yang citranya berbeda,” ujar Mahfud menambahkan.
Mahfud menduga alasan rumah Sri Mulyani tidak dijaga ketat karena aparat menganggap dirinya bukan target utama.
Baca Juga: Tingkatkan SDM, PUPR Sinjai Gelar Pelatihan dan Sertifikasi Tenaga Kerja Konstruksi
“Mungkin karena dianggap bersih, jadi enggak diprediksi akan jadi sasaran. Ternyata salah,” katanya.
Di sisi lain, Mahfud juga menyinggung soal arah politik ke depan. Ia memperkirakan reshuffle kabinet tidak berhenti pada Agustus ini.
“Saya meyakini reshuffle ini akan berlanjut sekurang-kurangnya nanti sekali lagi di bulan Oktober, setahun masa jabatan Presiden Prabowo. Sekarang kan baru 10 bulan,” tukasnya. (*)
Artikel Terkait
Fatmawati Rusdi Ajak ASN Aktif Ikuti Program Sulsel Berdoa
Isu Raffi Ahmad Jadi Menpora Pengganti Dito Ariotedjo Ramai di Medsos
Puteri Indonesia Sulsel 2025 Terseret Kasus Dugaan Bullying Siswi SMP di Makassar
TP PKK Sinjai Gelar Rakor, Wabup Tekankan Pentingnya Sinergi untuk Kesejahteraan Keluarga
Desa Saotengnga Wakili Sulsel di Lomba Desa Regional 2025
RUU Perampasan Aset Dibahas DPR: Publik Diminta Aktif Kawal Isi, Bukan Cuma Tahu Judul
Gubernur Sulsel Terima Kunjungan Menko Hukum dan HAM Yusril Ihza Mahendra