"Ternyata memang ini adalah rekayasa, ini dibuat-buat, ini dibayar, oleh siapa? Oleh mereka-mereka yang ingin Indonesia selalu gaduh, selalu miskin."
Tanpa ragu, Prabowo menunjuk hidung pelaku di balik semua ini: koruptor.
Baca Juga: Kehamilan Erika Carlina Jadi Sorotan Hotman Paris: Kenapa Baru Sekarang Terungkap?
"Koruptor-koruptor itu yang biayai demo-demo itu," tandasnya. Pernyataan ini tentu memicu banyak pertanyaan dan kemungkinan akan menjadi topik perbincangan hangat di panggung politik nasional.
Pidato Prabowo ini menggarisbawahi komitmen pemerintah untuk melawan pihak-pihak yang mencoba merusak persatuan dan stabilitas Indonesia, sekaligus menunjukkan kepeduliannya terhadap dampak negatif penggunaan teknologi yang disalahgunakan.
Akankah klaim Prabowo ini memicu penyelidikan lebih lanjut, ataukah hanya menjadi peringatan keras bagi para penyebar disinformasi? Kita nantikan kelanjutannya.(*)
Artikel Terkait
15 Calon Kepala Daerah PSI Diumumkan, Dari Maluku Utara Hingga Kalimantan Barat, Sulawesi?
Rekomendasi PSI Pilkada Sulsel 2024! Bantaeng Ilham Azikin, Bulukumba Arum Spink, Makassar Andi Seto Asapa
Ijazah Jokowi Dinyatakan Asli oleh Bareskrim, Kader PSI Dian Sandi Langsung Temui Jokowi dan Minta Maaf
Wacana BPJS Hewan Dikritik PSI: Bangun Dulu Minimal 15 Puskeswan
Kala Jokowi Mengaku Telah Kantongi Dukungan Jadi Ketum PSI namun Dinilai Masih Belum Cukup
Jokowi Tanggapi Santai Klaim Kader PSI yang Sebut Dirinya Penuhi Syarat Jadi Nabi: Mikir yang Rasional Aja
Jokowi Respons Kabar Batalnya Maju Ketum PSI: 'Yang Muda-Muda Aja'
Jokowi Prediksi PSI Akan Menjadi Partai Besar di Indonesia
Optimisme Jokowi: PSI Masuk Senayan di Pemilu 2029 Bukan Target, Tapi Keharusan
Yel-Yel 'Dua Periode' Menggema Sambut Presiden Prabowo di Kongres PSI 2025: Sinyal Politik Masa Depan?