"Perempuan tidak harus memilih antara karier atau keluarga. Kita bisa menjalani keduanya dengan versi sukses kita sendiri.
Support system adalah kunci, dari keluarga, tim kerja, dan diri sendiri yang percaya diri," tuturnya, memberikan semangat kepada seluruh peserta.
Melalui serangkaian kebijakan dan ekosistem kerja yang inklusif, IFG memberikan ruang bagi setiap karyawannya, terutama perempuan, untuk terus berkembang tanpa harus mengorbankan peran penting lainnya di luar kantor.
Pendekatan humanis inilah yang menjadi salah satu nilai pembeda IFG dari banyak perusahaan lainnya, di mana fleksibilitas, dukungan emosional, dan ruang untuk aktualisasi diri menjadi bagian tak terpisahkan dari lingkungan kerja sehari-hari.
IFG memiliki keyakinan kuat bahwa pemberdayaan perempuan adalah fondasi penting dalam transformasi korporasi.
Melalui inisiatif inspiratif seperti Progress X, IFG terus berkomitmen untuk menciptakan ruang kerja yang inklusif, yang tidak hanya mendukung pertumbuhan profesional, tetapi juga menjamin keseimbangan hidup yang berkualitas bagi seluruh insan perusahaan, tanpa terkecuali.(*)
Artikel Terkait
Gerakan Pembagian Bendera Merah Putih di Pantai Bira, Pembina Amal Foundation Sebut Wujud Pemberdayaan Ekonomi
JADIMI Seragam Sekolah Gratis Dijahit di Bulukumba, Pemberdayaan dan Peningkatan Ekonomi yang Utama
IFG Sabet Dua Penghargaan Bergengsi di PRIA 2025: Bukti Keunggulan Manajemen Krisis dan Program PR yang Efektif
OCBC: Inovasi Digital, Keberlanjutan, dan Pemberdayaan Masyarakat dalam RUPST 2025
IFG Dukung Kreativitas Jurnalis Foto Melalui Anugerah Pewarta Foto Indonesia 2025 di Solo
IFG Dukung Work-Life Balance Karyawan Lewat Fasilitas Day Care di Momen Hari Buruh 2025
IFG Gaungkan Literasi Keuangan di Hari Pendidikan Nasional 2025, Tingkatkan Wawasan Mahasiswa di 13 Universitas Ternama Indonesia
Gebrakan IFG: Lindungi Petani, Amankan Pangan Nasional!